liputantoday.com
Berita Aktual Independent
Foto Iklan Atas

Balita Arsyila Warga Nongsa Pasrah Terbaring Lemas Di RS Elisabet Batam Kota, Akibat Terserang DBD

0 2.301
LiputanToday.com, (Batam) – Hujan yang kadang mengguyur Nongsa kini mulai bermunculan efek sampingnya di wilayah perbatasan di Nongsa dan sekitarnya, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai bermunculan. Bahkan, di perumahan Taman Batu Besar RT / RW 04/08 Kel. Sambau, Kec. Nongsa, Kota Batam, anak-anak yang menjadi korban pertikaian, lantaran menjadi korban atas serangan gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Rabu lalu (30/01).

Kali ini yang dikeluarkan dampaK gigitan DBD itu adalah anak dari Ibu Ica (28) yang bernama Arsyila yang baru ber usia 1 tahun 24 hari. warga asli Perumahan Taman Batu Besar RT / RW 04/08 yang sekarang masih terbagi lemas diruang anak kamar 309 lantai II RS Elisabet Batam Kota, akibat dari keganasannya gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Ada tiga orang sebenarnya yang terkena dampak dari gigitan nyamuk tersebut, selain dari pada Arsyila. Kami sudah berusaha meminta pencegahan dengan cara fogging oleh Puskesmas Kelurahan Sambau, akan tetapi tidak dilayani dengan alasan warga pertama yang terkena dampak gigitan nyamuk hanya Demam Dengue (DD) saja, jadi kami tidak mau lagi melanjutkan untuk meminta akibat penolakan secara halus tersebut,” kata Totok (50) Ketua Rt 04/08 Kel. Sambau, ketika saat di mintai keterangannya terkait salah satu warganya yang terkena dampak DD atau DBD tersebut oleh media pada Kamis (31/01), malam.

Masih menurut Totok, “Kemudian korban akibat dari gigitan nyamuk tersebut tidak terhenti dengan korban pertama saja, namun korban kedua pun menurut keterangan salah satu dokter menyatakan positif demam berdarah. Akan tetapi kepala Puskesmas Sambau mengatakan belum diadakan pengecekan, jadi belum tentu dipastikan demam berdarah,” ucapnya pasrah.

Lebih jauh Totok menegaskan, “Intinya kita warga masyarakat Kelurahan Sambau hanya meminta untuk di fogging Pak !!, untuk dapat pencegahan penyakit demam berdarah ini, karna sudah ada tiga korban warga saya dan bersebelahan pula ditempat yang sama menjadi korban akibat keganasannya gigitan nyamuk tersebut. Namun Kepala puskesmas Sambau malah bilang belum ada keputusan untuk melakukan fogging di wilayah Bapak!!,” tegas Totok dengan sangat kecewa kepada media.

Sayangnya sikap dari Kepala Puskesmas Kelurahan Sambau sangat tidak sepatutnya layaknya seorang pejabat Kesehatan di lingkungan Kelurahan Sambau yang dengan sengaja menganggap sepele tentang hal ini.

Diharapkan Dinas terkait, bahkan Walikota Batam agar dapat memperhatikan kami, ini sudah jelas-jelas warga kita sudah menjadi korban, namun jangan di tolaklah permintaan masyarakat untuk di fogging di wilayah kami secara halus begitu. Mau sampai kapan korban berjatuhan lagi akibat dari sikap penolakan oknum kesehatan itu, yang tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya, itu tugas Puskesmas memberi pelayanan kesehatan terbaik buat masyarakat, bukan hanya mementingkan sikap Arogansi dan Egoisme. ungkap Totok memohon.

Selanjutnya, M Fatkurohman (42) salah seorang warga dengan RT/RW yang sama turut juga menjelaskan awal mula terjadinya DBD ini.

“Sebelumnya ada juga yang terkena demam dan masuk RS Bhayangkara, namun hasilnya hanya demam Degue (DD) saja bukan Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga puskesmas mengatakan tidak perlu Fogging tadi iya. Dan kemudian selang sebulan kemudian kurang lebih iya terjadilah si Arsyila ini, tapi sebelum Arsyila ini sebenarnya ada juga kejadian anak dari yang jaga Arsyila ini kena Deman Berdarah juga gitu, karna dia bukan warga kita jadi kita tidak fokus kesana apakah dia itu kena Demam Berdarah atau Demam Dengue atau apalah namanya kita tidak tau gituloh”, terangnya pada media.

“Perbedaan DD dan DBD Penyakit DD (Demam Dengue) dan DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah 2 jenis penyakit yang memiliki perbedaan sangat tipis. Kedua penyakit menular ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang telah terkontaminasi oleh virus Dengue, Infeksi virus Dengue ini akan menyebar dengan cepat ke dalam tubuh dan dapat menular ke tubuh orang lain. Apabila kondisi yang parah lebih sering dialami oleh anak-anak, Pada awal perjalanan penyakit keduanya memiliki gejala yang hampir sama, namun kedua penyakit infeksi Dengue ini memiliki tingkat kegiatan yang berbeda. Tingkat kegiatan pada penyakit DBD lebih parah dari penyakit DD, karena pada penyakit DBD terjadi pendarahan dan syok yang dapat berakibat fatal yaitu Kematian”.

Secara umum penyakit DB dan DBD memiliki ciri-ciri tersendiri, Adapun ciri-ciri tersebut adalah. Demam Dengue (DD) merupakan demam dengan ciri khas, Demam tinggi mendadak 2 hari dengan gejala menyertai nyeri kepala, nyeri belakang bola mata, nyeri otot dan nyeri sendi (Muka panas kemerahan) ruam kulit mual atau muntah. nyeri pada perut karena ada pembengkakan hati, pendarahan (Bintik-bintik merah di kulit).

Selanjutnya pihak media pun sudah berupaya untuk mengkonfirmasi terkait permasalahan ini langsung ke kepala Puskesmas Sambau Jupiter, SKM, Namun saat dikonfirmasi dihubungi via telpon tidak di jawab hingga sampai berita ini di turunkan. (Red).

 

Penulis : A. Riri.
Editor : Hanafi.

Translate »