Aceh menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, disusul Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Khusus di Riau, hotspot terpantau paling banyak berada di wilayah yang selama ini dikenal rawan karhutla.
Rincian sebaran titik panas di Riau meliputi Kabupaten Indragiri Hilir 23 titik, Kabupaten Bengkalis 12 titik dan Kabupaten Pelalawan 10 titik.
Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Kota Dumai 7 titik, Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 3 titik, Kabupaten Siak 2 titik dan Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik.
BMKG menilai peningkatan hotspot di awal tahun ini perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, mengingat sebagian wilayah Riau masih memasuki periode cuaca relatif kering.
“Hotspot ini perlu diwaspadai sebagai indikasi awal. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak melakukan pembakaran lahan,” pungkasnya.








