LiputanTODAY.Com, (Makassar)-Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma) selaku koordinator wilayah UPT. LHK Sulawesi Selatan melaksanakan rapat evaluasi efektivitas pelaksanaannya di Provinsi Sulawesi Selatan dan persiapan pelaksanaan program/kegiatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan TA 2020 yang dirangkaikan dengan penyampaian informasi tentang Mitigasi Perubahan Iklim oleh mantan utusan khusus Presiden untuk Perubahan Iklim.
Rapat ini bertujuan meningkatkan sinergitas pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Kegiatan ini antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan. Senin, 16 Desember 2019.
Rapat yang dihadiri langsung Prof. Ir. Rachmat Witoelar, mantan Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim ini berlangsung di ruang Bangun Praja P3E Suma. Sambutan sekaligus membuka acara disampaikan oleh Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si Kepala P3E Suma.
Dalam sambutan pembuka Kepala P3E Suma mengucapkan terimakasih kepada peserta yang telah hadir, lantas ia menyampaikan pesan MenLHK, Siti Nurbaya. “kita harus berfikiran global, namun bertindak lokal, tidak berperan pada satu posisi saja atau business as usual,” singkatnya.
MenLHK mengharapkan, bagaimana UPT LHK di Daerah keberadaannya bisa dirasakan oleh Pemerintah Daerah. “dua hal yang masih lemah, hasil penilaian Menteri Siti tahun lalu yang pertama adalah Kehumasan. Publik Campaign dirasa perlu ditingkatkan. Kedua sistem pembinaan di Daerah,” terang Darhamsyah.
Berikutnya, pemaparan materi Peran KLHK di Provinsi Sulawesi Selatan dari Perspektif Pemerintah Daerah, disampaikan oleh Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan, Prof. Yusran.
Visi misi terkait lingkungan hidup dan kehutanan, secara umum dikatakan, Gubernur Nurdin Abdullah ada 5 (lima), antara lain menginginkan Sulsel terkoneksi, baik infrastruktur, transportasi, pendidikan dan telekomunikasi. “Gubernur Nurdin Abdullah, tidak menginginkan lagi ada daerah terisolir di Sulawesi Selatan,” ucap Prof Yusran.
“Kedua Sulsel sehat mandiri, diimplementasikan pembangunan Rumah Sakit Regional di beberapa wilayah, sehingga memudahkan masyarakat mengakses fasilitas kesehatan tersebut,” imbuhnya.

