“Intinya TNI bersama-sama Masyarakat dapat menggagalkan serangan Belanda”, ungkap orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa momentum Hari Juang TNI AD adalah untuk merefleksikan jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat tentara yang berasal dari rakyat dan berjuang bersama rakyat. Tentara Pejuang, yang hanya berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan sebagai Tentara Nasional, bahwa TNI itu bukan tentara kewilayahan, bukan tentara Grobogan atau tentara Semarang, tetapi merupakan tentara Indonesia.
“Yang terpenting, semangat hari juang ini adalah semangat kebersamaan yang dahulu untuk melawan penjajah, sekarang mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia maju”, harap Pangdam.
Diakhir penyampaiannya, Mayjen TNI Mochamad Effendi menegaskan sekaligus mengajak kita semua bahwa “Indonesia maju harus kita rebut kalau tidak ingin ditinggal bangsa lain”.
Untuk diketahui bersama dalam memperingati Hari Juang TNI AD tahun 2019 ini, Kodam IV/Diponegoro telah menggelar berbagai kegiatan bhakti sosial dan karya bhakti yang dapat mempererat kanunggalan TNI-Rakyat.
Kegiatan tersebut, diantaranya pembagian 7.000 lebih paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, donor darah yang berhasil mengumpulkan hampir 3.500 kantong, pengobatan gratis kepada 2.000an masyarakat, penanaman 127.500 pohon, rehab Rumah Tidak Layak Huni dan kegiatan-kegiatan lain yang menyentuh masyarakat.








