“Budidaya lele ini menjadi salah satu kegiatan produktif yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar dan terlibat langsung dalam proses pengelolaannya. Selain memiliki masa panen yang relatif cepat dan peluang pemasaran yang baik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan tanggung jawab, ketekunan, dan keterampilan yang dapat bermanfaat sebagai bekal di masa depan. Pelaksanaannya di lapangan juga terus diawasi agar proses budidaya berjalan dengan baik dan terarah,” ujar Jefriandy.
Hasil panen nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Lapas Kelas IIA Bangkinang. Apabila produksi melebihi kebutuhan internal, hasil budidaya dapat dipasarkan kepada masyarakat maupun melalui pembeli ikan yang datang langsung untuk mengambil hasil panen.
Bukan sekadar memelihara ikan. Dari kegiatan ini, warga binaan belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, kerja sama, serta bagaimana sebuah keterampilan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Melalui pembinaan kemandirian yang produktif, Lapas Kelas IIA Bangkinang terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan sebagai bekal dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Red / Seprinaldi



