, , ,

Polisi Tetapkan 3 Emak-Emak “Penggunting Bendera Merah Putih” Jadi Tersangka

LiputanToday.Com (SUMEDANG) – Polisi menetapkan tersangka terhadap kasus Pengguntingan Bendera yang Viral di Medsos, 3 orang Emak atau Ibu-ibu yang terlibat ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah digelar (Perkara) dan ditetapkan tersangka,” ucap Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet saat dikonfirmasi, Kamis (17/09/2020).

Ke tiganya yakni P, A dan DY. Meski begitu, polisi belum menjelaskan terkait peran-peran dari ketiganya. Namun sebelumnya disebutkan P merupakan Penggunting Bendera Merah Putih.

AKP Yanto menambahkan, Ketiganya diancam pasal yang sama yakni Pasal 66 jo Pasal 24 huruf A Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

“Pasal pokoknya sama, (tapi) ada yang 55 dan 56,” terang AKP Yanto.

Sebuah video aksi emak-emak Menggunting Bendera Merah Putih viral di media sosial, Rabu (16/9). Dalam video berdurasi 29 detik itu, terlihat seorang wanita paruh baya tengah memegang gunting dan kain bendera berwarna merah putih.

Perempuan berpakaian merah itu lantas menggunting sedikit demi sedikit bendera merah putih itu. Usai digunting, bendera itu berserakan di lantai.

Diduga ada lebih dari satu orang dalam video itu. Sebab, terlihat ada yang merekam video dan berbicara dalam video. Kata-kata yang terdengar nampak gembira atas pengguntingan bendera tersebut.

“Huuuu rusak huuu, ntar tahun depan beli lagi,” ucap seseorang yang terdengar perempuan dalam video itu.

“Buang ke tempat sampah buang,” ucap perempuan lagi.

Selain itu dalam video juga terlihat pengambil gambar mengarahkan kamera ke seorang bocah yang sedang berdiri, Ada bocah lelaki terlihat berada disekitar aksi emak-emak yang menggunting bendera itu. (mascipoldotcom/red).

,

Kasihan Kisah Pelajar SMP Cetak Print Tugas Sekolah di Warnet Tanpa Biaya

LiputanToday.Com – Kisah cerita sangat menyentuh hati ini terjadi pada Anak SMP yang belum diketahui asal muasal dan kebenarannya ini dikutip dan di share oleh grup akun facebook bernama Situs Anak Muda.

Kisah anak SMP ini di copas dishare oleh akun facebook Situs Anak Muda pada tanggal 28 Juli pukul 19:52 tersebut, Menceritakan tentang Seorang anak Pelajar SMP “Tidak Ada Uang Untuk Mengerjakan Tugas-tugas Dari Sekolahnya” disebuah warnet tanpa menyebutkan nama dan lokasinya tersebut. ataukah memang sengaja tidak mau dipublikasi Lokasi, Nama Anak dan Penulis tersebut.

Akun facebook Situs Anak Muda tersebut mengcopas dan mengshare dengan Kisah Sebagai berikut:

“Copas”

Tadi aku ke warnet, mau cetak sticker. Ada anak laki-laki usia 12 thn, (usia anak SMP) bawa beberapa lembar kertas buku tulis yang disobek. Isinya tulisan-tulisan seperti draft tugas sekolah.

Dia tanya sama operator warnet, kalau ngetik draft ini dan ngeprint, berapa harganya. Kata si operator, biayanya sekitar 24 rb. Biaya ngetik dan biaya ngeprint.

Begitu tau biayanya 24 rb.. anak itu diam… melongo. Di tangannya aku liat, dia hanya memegang uang 5 ribuan.

Terlihat di wajahnya.. antara bingung dan ngga tau harus bagaimana. Di satu sisi, tugas dari sekolah harus dikerjakan, di satu sisi, ngga ada uang untuk ngeprint.

Anak itu pulang, dan janji akan kembali lagi. Tapi kertas tugasnya ditinggal.

Aku minta kertas-kertas tersebut, dan aku baca. Ternyata tugas dari sekolahnya, membuat laporan kegiatan belajar di rumah selama pandemi berlangsung.

Aku baca hingga selesai draft tersebut. Tata bahasanya bagus dan inti pokoknya juga tepat. Dia sampaikan beberapa kendala selama belajar di rumah. Hp hanya ada 1 milik ayahnya, Sementara yang harus belajar menggunakan hp ada 3 orang. (Dia dan dua adiknya). Kebayang kan..?

Aku bilang sama si operator, tolong diketikkin dan di print, nanti saya yang bayar. Ngga lama kemudian, si anak tadi datang, dan bilang sama si operator, meminta kembali draft yang tadi.

Si operator bilang, bahwa tugasnya sedang diketik dan akan diprint. Anak itu bilang, tapi saya ngga ada uangnya… Dan si operator bilang, udah ada yang bayarin.

(Aku tadi sudah bilang ke operatornya, bahwa anak tersebut ngga usah tau… siapa yang bayar).

Di sini, aku bukan mau riya pamer bayarin, tapi.. kebayang nggak… Berapa banyak anak yang mengalami hal seperti ini?

Di saat orang tuanya kesulitan menutupi biaya hidup, ditambah lagi beban pulsa paket, beban ngetik tugas, ngeprint tugas..?

Kepada guru2coba dipertimbangkan lagi. Memberi tugas memang harus, tapi disituiasi seperti sekarang ini Kasihan anak-anak tersebut, mereka takut kalau tidak mengerjakan tugas, tapi tidak punya uang.😩😥:-).

Tulisan tersebut mendapat respon dari beberapa penguna akun facebook lainnya, Kisah ini sangat menggungah hati kita dan semoga guru-guru dan para pejabat terkait dapat mencerna isi tulisan ini, serta ikut perihatin atas dunia pendidikkan generasi penerus kita. terang salah satu pembaca.

Dan ada juga akun facebook lainnya ikut mencurahkan isi hatinya tentang Dunia Pendidikkan kita sekarang ini yang diantaranya yaitu :

Rendra Rendra;
Belajarnya dirumah..bayarnya disekolah…mau gak mau harus ngikut harus nurut biar dpt ijazah, ingat..yg penting ijazah ya bukan pinter gak nya sekarang.

Gung Mas; Generasiku semakin bodoh. Kasus seperti ini banyak sekali tetjadi di desa desa yang ekonomi kebawah. Dan banyak sekali ortu yang tidak mengerti IT.

Sonamjoon; Mnrt gw, pembelajaran sistem online di negara kta sangatlah belum tepat. Kenapa? Karena internet belum merata dan masih banyak org yg kurg mampu. Tolong d fikirkan lagi untk pemerintah.

Edi Azka; “..Kehancuran suatu negara..itu bukan karena rakyatnya.. tpi duduknya para pemimpin yg bukan pada Ahli nya atau bidang nya..

Dari share tulisan tersebut mendapat respon Like/Suka 6.813 dan 3.777 Komentar dari Pembacanya yang ikut perihatin atas Dunia Pendidikkan kita sekarang di masa Pandemi Covid-19 ini. (red).

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1011432715950895&id=462145777546261

, ,

Di Hari 18 TMMD Ke 108 Kodim 0316/Batam Adakan Sosialisasi Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan

LiputanToday.Com (Batam) – Memasuki Hari ke 18 selain melaksanakan kegiatan Fisik berupa pembangunan Insfrastruktur, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 Tahun 2020 Kodim 0316/Batam, juga melaksanakan kegiatan non fisik berupa memberikan Sosialisasi Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di halaman SD N 15 Tanjung Gundap Kantor itu tampak diikuti 45 orang warga kampung Tanjung Gundap, Senin (18/07/2020).

Pasiter Kodim 0316/Batam Kapten Inf. HP. Bangun selaku pemberi materi menjelaskan tentang 3 kunci dasar Wawasan Kebangsaan yaitu Rasa, Paham serta Semangat.

“Rasa Kebangsaan yaitu dorongan emosional yang lahir dalam perasaan dan alam pikiran setiap warga negara untuk selalu bersama dan bersatu. Paham Kebangsaan adalah paham dengan ciri yang membentuk identitas jati diri dan kepribadian suatu bangsa yaitu Bhineka Tunggal Ika. Semangat Kebangsaan adalah semangat dalam membangun perjuangan hidup bersama sebagai bangsa Indonesia yang mewadahi, memenuhi dan memperjuangkan segala aspirasi dan tujuan hidup,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Pasiter  juga menjelaskan bahwa Bela Negara tidak identik dengan memanggul senjata atau militerisasi, 5 nilai dasar Bela Negara yaitu Cinta tanah air, Kesadaran berbangsa dan bernegara, Keyakinan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara, Rela berkorban untuk bangsa dan negara, Memiliki kemampuan awal bela negara secara fisik maupun non fisik.

Bela negara adalah sikap dan tindakan warga negara yang didasari oleh kecintaan pada negaranya, untuk melindungi dan mempertahankan negaranya dari berbagai macam ancaman, baik ancaman dari dalam negeri maupun ancaman dari luar negeri,” imbuhnya.

Dari pantauan awak media terlihat antusias warga Kampung Tanjung Gundap sangat tinggi dalam mengikuti penyuluhan Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Pasiter Kodim 0316/Batam ini.

Salah satu tokoh pemuda kampung Tanjung Gundap, Bapak Ramli mengatakan, “Setelah mengikuti penyuluhan wawasan kebangsaan ini rasa cinta dan bangga saya kepada negara kita Indonesia semakin tinggi, kita sebagai generasi muda penerus bangsa mari kita teruskan cita-cita para pahlawan pejuang bangsa dengan mengisi kemerdekaan ini sesuai dengan profesi kita masing-masing” pungkasnya. (red).

, ,

Prosesi Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso dan Mengibarkan Bendera Setengah Tiang 7 Hari di Jajaran TNI

LiputanToday.Com (Jawa Barat) – Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin upacara pemakaman secara militer mantan Panglima TNI periode 2007-2010 Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso di Tempat Pemakaman Umum (TPU) San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Minggu (10/5/2020).

Prosesi pemakaman Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso tetap mengikuti standart protokol kesehatan, untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19. Dalam Prosedur Tetap (Protap) Upacara Pemakaman Militer pasukannya berjumlah satu kompi atau 120 personel, namun dengan adanya Covid-19 maka jumlahnya hanya 40 personel dengan jarak antara pasukan peserta upacara yaitu dua meter.

Sebagai Inspektur Upacara (Irup), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membacakan Apel Persada di depan pusara Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso : “Saya Panglima Tentara Nasional Indonesia atas nama Negara, Bangsa dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke Persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa Almarhum. Nama : Djoko Santoso, Pangkat : Jenderal TNI (Purn), Jabatan : Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kesatuan : Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Putra dari Bapak H. Djoko Soedjono (Almarhum). Yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran Negara dan Bangsa pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2020 Pukul 06.30 WIB, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto karena sakit. Semoga jalan Dharma Bhakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka.”

Selama berdinas, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso dianugerahi berbagai penghargaan Bintang Jasa/Tanda Jasa diantaranya Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya dan Satyalencana Seroja.

Sebagai wujud penghormatan terakhir dan bela sungkawa atas meninggalnya mantan Panglima TNI ke-16, Tentara Nasional Indonesia menyatakan berkabung mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari (10 S/d 17 Mei 2020) di seluruh jajaran TNI di seluruh Indonesia. (Puspen TNI/Red).

, ,

Memaknai 16 Tahun Pengabdian KPK, Begini Ucap Ketua KPK Firli Bahuri

LiputanTODAY.Com (Jakarta) – Lembaga antirasuah KPK dalam memaknai 29 Desember sebagai Moment Bersejarah. Pasalnya untuk pertama kalinya Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi jilid 1 (satu -red) dilantik yang menandai operasionalisasi pemberantasan korupsi pasca satu tahun UU No 30 th 2002 tertanggal 27 Desember 2002 diundangkan.

“Selama 16 tahun KPK telah melengkapi pengabdiannya dalam upaya pemberantasan korupsi dengan segala peluang dan tantangan yang ada. Waktu tersebut bukanlah waktu yang singkat akan tetapi bukan pula waktu yang panjang, namun segala sesuatunya terasa penuh makna, karena perjuangan dan prestasi bersama seluruh rekan-rekan penggawai Komisi Pemberantasan korupsi,” tutur Ketua KPK Firli Bahuri kepada media secara eksklusif, memaknai 16 Tahun KPK. Minggu (29/12/2019) di Jakarta.

Lebih lanjut, ketua KPK Firli Bahuri menuturkan bahwa raihan hasil pemberantasan korupsi yang ditandai dengan tidak sedikit para koruptor yang diseret ke meja hijau dari kelas teri (kecil -red) sampai dengan kelas kakap (big fish -red) yang berorientasi kepada penyelematan keuangan negara, menjadi satu parameter bahwa apa yang dicapai hari ini tentu merupakan andil para pemimpin KPK pendahulu dan segenap pegawai KPK.

“Harus diakui bahwasanya masih banyak yang harus dilakukan terutama sinergitas dengan para aparat penegak hukum lainnya sehingga pemberantasan berhasil guna dan berdaya guna sebagaimana tujuan dibentuknya Komisi pemberantasan Korupsi,” imbuh Ketua KPK Firli Baruri.

Adapun untuk membangun kekuatan serta memfokuskan pikiran dan tenaga dengan tetap memelihara passion, energy dan semangat pengabdian demi kecintaan kepada KPK serta Negara yang sama-sama kita cintai bersama. Memang terasa begitu banyak persoalan yang harus dihadapi, dikelola secara paralel dengan berbagai permasalahan datang silih berganti secara terus menerus tanpa henti.

“Kiranya jika diibaratkan sebuah kapal besar yang sedang mengarungi samudra, Kapal besar itu adalah kapal NKRI, untuk itu KPK harus dapat memastikan dia bisa selamat sampai tujuan,” Tegas Firli Bahuri.

Ia menambahkan, maka dari itu semua penumpang harus dapat mengambil dan memainkan perannya sesuai dengan tugas pokok serta fungsinya masing-masing. Hal yang penting lagi adalah seluruh awak dan penumpang kapal tidak membuat kegaduhan, sehingga kapal besar tadi siap mengarungi samudra, menerobos ombak dan gelombang serta badai.

“Mesin sudah terpasang, kayuh sudah disiapkan, kompas tujuan arah sudah ditentukan maka selanjutnya mari bersama menuju tujuan indonesia yg sejahtera, Indonesia yang cerdas serta Indonesia yang adil bagi semuanya anak bangsa,” ujarnya.

Firli Bahuri juga menuturkan, waktu 16 tahun pengabdian KPK jika diiIbaratkan jalan panjang, maka jalan itu terbentang panjang seakan tak berujung yang tetap akan kami lalui, kalaupun ibarat lautan maka terlalu amat sangat luas tanpa batas akan tapi tetap akan kami lalui degan berbagai tantangnnya.

“Selayaknya jalan maka tidak ada jalan yang mulus dan lurus namun penuh turunan curam, tanjakan yang begitu mendaki, belokan yang begitu tajam. Namun kami masih memiliki keyakinan, tidak ada jalan yang tak berujung, tiada pentas yang tak berakhir. Walaupun masalah datang silih berganti, namun pasti ada saja solusi. Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa tidak akan pernah memberi masalah tanpa jalan penyelesaiannya,” sebut Firli Bahuri (Ketua KPK).

Yang terpenting adalah kita harus katakan pada masalah bahwa kita memiliki Allah SWT Tuhan yang maha kuasa, dan kiranya kita juga meyakini bahwa masalah tidak akan pernah membunuh kita tapi justru akan membuat kita menjadi lebih kuat (we believe that problem would not ever kill us, but that’s bring us to be more stronger).

“Dalam momentum serta kesempatan yang baik ini kiranya mewakili Lembaga KPK Memohon Maaf sekiranya kalau lembaga KPK belum dapat maksimal dalam melakukan pemberantasan korupsi, akan tetapi kami akan terus berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, iklim usaha, keyakinan investor, dan terus menjadi pengawal setia NKRI, guna keberlanjutan Pembangunan nasional,” tandasnya.

Maka dalam rangka mewujudkan tujuan Negara perlu andil besar seluruh anak bangsa dimanapun berada untuk dapat berkarya dalam semangat kebhinekaan, kebersamaan dalam keberagaman termasuk anak bangsa yang sekarang ini mendapat amanah mengabdi di KPK.

“Kini saatnya seluruh anak bangsa berikrar, It is time for us to pay back to our state Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Ketua KPK Firli Bahuri.

, ,

Puisi Warnai Pengajian dan Do’a Bersama Peringatan 3 Tahun Wafatnya H. Andi Ganing

LiputanTODAY.com (Maros)-Muhammad Rivaldi atau yang biasa disapa MR (Bakal Calon Wakil Walikota Makassar) ini menggelar acara pengajian dan do’a bersama dikediaman pribadinya dalam rangka memperingati 3 tahun wafatnya almarhum H. Andi Ganing yang merupakan kakek kandungnya.

“Alamrhum kakek dimatanya bukan hanya sebagai seorang kakek melainkan juga dia sosok bapak bagi saya,” ungkap Muhammad Rivaldi Saat ditemui di Maros, Senin, (23/12/2019) sore.

Lantas MR mengatakan, dari Alm. Kakek saya banyak belajar tentang keteguhan dan kepemimpinan, beliau memang orangnya tegas namun hatinya sebenarnya sangat lembut, Kepedulian dan kepekaan sosialnya sangat tinggi.

Hal senada juga disampaikan oleh Hajja Andi Dajriah yang merupakan putri kandung almarhum. Ia mengatakan bahwa sosok almarhum sangat tegas dalam setiap keputusan yang dia lahirkan namun dibalik ketegasannya itu sebenarnya bagian daripada karakter almarhum.

“Almarhum semasa hidupnya dikenang sangat sosial dan punya kepekaan yang tinggi, hampir disetiap persoalan keluarga beliau yang selalu tampil didepan untuk memberikan solusi,” tambah MR.

Disela-sela acara pengajian dan Do’a bersama yang dihadiri ibu-ibu pengajian dan sejumlah anak yatim, MR mengharapkan untuk mendoakan Almarhum agar senantiasa mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT serta segala dosanya diampuni,

MR juga sempat membacakan puisi yang didedikasikan untuk Almarhum H. Andi Ganing.

Berikut isi puisi tersebut, “Kepergianmu tentu akan membawa duka mendalam bagi kami, namun itu telah menjadi takdir dari sang Ilahi Robbi. Goresan kecil mengingatkanku Pada dirimu, duhai seorang yang kubanggakan.”

“Lembut kasihmu menuntun kaki kecilku itu hanyalah satu dari ribuan catatan diary kasih sayangmu.”

“Hatiku terasa hampa sudah lama aku tak menatap wajahmu kini aku hanya bisa menatapmu lewat selembar foto yang kelak akan menjadi ceritaku nanti pada anak-anakku tentang kisah kakeknya yang pemberani.”

“Hatiku terasa hampa karena aku tak dapat mencium tanganmu sebagai bentuk rasa hormat dan sayangku kepadamu.
Namun yakinlah engkau akan tetap menjadi aksara tanpa muara dilubuk hatiku yang terdalam.”

“Akan kusampaikan salam dan rinduku lewat Do’a yang kupanjatkan pada ilahi Rabbi agar engkau senantiasa mendapat tempat yang layak disisi-NYA. Sambil sesekali menyeka air matanya yang tidak terbendung.”

Almarhum wafat 23 Desember 2016 meninggalkan satu orang putri yakni Hajja Andi Dahriah dan seorang cucu yakni Muhammad Rivaldi.

Apakah Indonesia Akan Pecah Seperti Uni Soviet, WakaPolresta Bogor Himbau Rawat Kebhinekaan Bila Tidak Ingin Pecah

LiputanToday.Com (BOGOR) – Wakapolresta Bogor Kota, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, mengisi Dialog Kebangsaan di Gedung Graha Pakuan Siliwangi Universitas Pakuan Bogor, Kamis (19/12/2019). Berdialog di depan 300 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Pakuan dalam peningkatan wawasan kebhinekaan.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP M. Arsal Sahban menceritakan tentang hebatnya Indonesia memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Sebuah semboyan yang menyatukan bangsa Indonesia walaupun memiliki 1340 suku, 742 bahasa, 4 ras dan juga agama yang berbeda-beda.

Dalam pembekalannya AKBP Arsal juga menyinggung Uni Soviet, sebuah negara dengan kekuatan ekonomi, politik dan militer yang luar biasa. Bahkan dulunya pernah menjadi salah satu pemegang hegemoni dunia bersama Amerika Serikat. Namun negara super power tersebut saat ini hanyalah tinggal kenangan, karena negara tersebut pecah menjadi 15 negara-negara kecil.

AKBP Arsal juga menyampaikan, bahwa ada 2 faktor penyebab pecahnya sebuah negara yaitu faktor Internal dan faktor Eksternal. Faktor internal tentang membangun kelas menengah. Bila negara didominasi kelas menengah, masyarakatnya akan lebih dewasa dalam memahami demokrasi.

Sedangkan negara yang didominasi kelas bawah akan sangat rentan untuk munculnya konflik. Pecahnya sebuah negara biasanya diawali oleh konflik-konflik kecil yang kemudian berkembang menjadi besar.

Dari Faktor Eksternal yaitu berkaitan dengan hubungan antar negara. Dunia saat ini dikuasai oleh kekuasaan barat yg disebut Monopolar, sehingga bisa memaksakan paham-pahamnya di gunakan oleh negara lain dengan standar negara pemegang hegemoni dunia tersebut, seperti standar demokrasi, maupun infiltrasi melalui budaya.

AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH yang juga merupakan alumnus S3 Unpad Bandung jurusan hukum bisnis ini menyampaikan, potensi-potensi konflik yang dapat berakibat kepada disintegrasi bangsa terjadi hanya karena perbedaan pandangan, yang kemudian menyebabkan polarisasi dalam masyarakat.

“Masa-masa Pemilihan Pemilu serentak tahun 2019 sebelumnya bisa menjadi referensi, bagaimana potensi konflik yang sangat tinggi. Hoax telah menjadi santapan kita sehari-hari, bahkan hoax telah menjadi sebuah industri yang menguntungkan secara materi. itulah sebabnya hoax terkapitalisasi sangat luar biasa” Ujar putra makassar ini.

Arsal yang juga alumnus S2 di UGM yogyakarta dan Alumnus S1 di UNS Solo. Masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah, akan sangat mudah terpapar isu hoax, karena kemampuannya memahami isi sebuah narasi. untuk itu perlu komunikasi dan dialog yang intensif kepada publik agar terbiasa kritis terhadap sebuah isu.

“Posisi mahasiswa sangat dominan sebagai figure yang kritis dan mampu mengisi ruang-ruang publik melalui komunikasi di media sosial dan media-media mainstream lainnya. bila masyarakat tersosialisasikan dengan baik tentang isu-isu sensitif, maka publik akan bisa merespon secara positif. Indonesia akan terus utuh bila semua komponen bangsa memiliki kesadaran dalam merawat kebhinekaan Indonesia” Ujarnya.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini sendiri diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan dengan Tema Refleksi Akhir Tahun : Peran Mahasiswa Merawat KeBhinekaan dalam Menjaga Keutuhan NKRI.

Asops Kasal Laksamana Muda TNI Didapuk Sebagai Irup Peringatan Hari Bela Negara Ke-71

LiputanTODAY.Com (Jakarta) – Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) memperingati Hari Bela Negara ke-71 tahun 2019 dalam sebuah upacara militer dan bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M., di Lapangan Apel Denma Mabesal, Cilangkap Jakarta Timur. Upacara diikuti para Pejabat Mabesal, Perwira, Bintara, Tamtama dan segenap Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Mabesal, di Jakarta. Kamis, (19/12/2019).

Asops Kasal saat membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo nenyampaikan bahwa dewasa ini tantangan yang dihadapi bangsa dan negara semakin hari semakin berat serta beragam bentuknya. Berbagai ancaman, gangguan dan hambatan serta tantangan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa dihadapi dengan keahlian yang saling terkait untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul demi kemajuan Indonesia.

Manusia Indonesia yang unggul adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar Pembangunan di segala bidang. “Kemerdekaan ini jualah yang menjadi pedoman bagi kita semua untuk melaksanakan bela negara,” ujar Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden menambahkan bahwa dalam aktualisasinya, bela negara disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dihadapi oleh masyarakat secara umum serta dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan sehingga terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula. “Bela negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun aktual, namun juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi bersama secara terus menerus,” tambah Presiden RI.

Menurut Presiden, aksi Nasional Bela Negara juga melengkapi keahlian SDM dengan pengamalan nilai-nilai bela negara yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan dan keyakinan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara serta semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur. (Red/Dinas Penerangan AL).

Pangdam IV: Indonesia Maju Harus Kita Rebut Kalau Tidak Ingin Ditinggal Bangsa Lain

LiputanTODAY.Com (Purwodadi)-Memperingati Hari Juang TNI AD ke 74 tahun 2019, Kodam IV/Diponegoro mengggelar Syukuran di Alun-Alun Purwodadi, Kab. Grobogan, Selasa (17/12/2019).

Ditanya awak media disela-sela kegiatan, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. menyampaikan, peringatan Hari Juang TNI AD sebenarnya jatuh pada tanggal 15 Desember kemarin, namun puncak peringatan baru kita selenggarakan pada hari ini.

Diterangkan pula bahwa peringatan Hari Juang TNI AD tidak terlepas dari peristiwa heoik yang dikenal dengan Palagan Ambarawa. Pada peristiwa tersebut, pasukan TNI dibawah komando Panglima Soedirman bersama-sama Rakyat berhasil memukul mundur pasukan Belanda yang sedang menduduki Ambarawa kembali ke Semarang.

“Peristiwa itulah yang menjadi tonggak sejarah Hari Juang TNI AD,” tegasnya.

Masih kata Pangdam, dipilihnya Kota Purwodadi sebagai tempat puncak acara peringatan Hari Juang TNI AD tahun ini karena wilayah Kodam IV/Diponegoro meliputi wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelumnya, Senin (16/12/2019) Kodam IV/Diponegoro sudah melaksanakan syukuran Hari Juang TNI AD di wilayah Kab. Gunung Kidul. Hal tersebut mengingat Palagan Ambarawa juga tidak terlepas dari perang gerilnya yang dipimpin Panglima Soedirman. Dimana saat pasukan TNI melakukan perang gerilya di wilayah Gunung Kidul sangat didukung oleh masyarakat, sehingga pasukan Panglima Soedirman berhasil mengusir pasukan Belanda dari Yogyayakarta.

Demikian juga dengan Purwodadi. Tugu Perjuangan Rakyat Grobogan di Purwosari, merupakan bukti kebersamaan TNI dengan masyarakat Grobogan dalam melawan penjajah Belanda tanggal 28 November 1946, imbuhnya.

“Intinya TNI bersama-sama Masyarakat dapat menggagalkan serangan Belanda”, ungkap orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa momentum Hari Juang TNI AD adalah untuk merefleksikan jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat tentara yang berasal dari rakyat dan berjuang bersama rakyat. Tentara Pejuang, yang hanya berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan sebagai Tentara Nasional, bahwa TNI itu bukan tentara kewilayahan, bukan tentara Grobogan atau tentara Semarang, tetapi merupakan tentara Indonesia.

“Yang terpenting, semangat hari juang ini adalah semangat kebersamaan yang dahulu untuk melawan penjajah, sekarang mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia maju”, harap Pangdam.

Diakhir penyampaiannya, Mayjen TNI Mochamad Effendi menegaskan sekaligus mengajak kita semua bahwa “Indonesia maju harus kita rebut kalau tidak ingin ditinggal bangsa lain”.

Untuk diketahui bersama dalam memperingati Hari Juang TNI AD tahun 2019 ini, Kodam IV/Diponegoro telah menggelar berbagai kegiatan bhakti sosial dan karya bhakti yang dapat mempererat kanunggalan TNI-Rakyat.

Kegiatan tersebut, diantaranya pembagian 7.000 lebih paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, donor darah yang berhasil mengumpulkan hampir 3.500 kantong, pengobatan gratis kepada 2.000an masyarakat, penanaman 127.500 pohon, rehab Rumah Tidak Layak Huni dan kegiatan-kegiatan lain yang menyentuh masyarakat.

Sepanjang 2019, Ada 186 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Batam

LiputanTODAY.Com, (BATAM) – Sembilan jaringan organisasi anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Kota Batam menggelar refleksi akhir tahun penanganan kekerasan terhadap perempuan, anak dan buruh migran Kota Batam, Kamis (12/12) di Lantai 9 Pasifik Hotel, Batam.

Mendatangkan beberapa narasumber antaran lain, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri Eri Syahrial. Renata Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Ipda Yanti Harefa, Kabid Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kepri Ahmad Husaini dan Mewakili Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam Anwar Sadat. Diikuti beberapa peserta dari penggiat anti TPPO lainnya.

Sebelum acara dimulai, diawali dengan doa bersama. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan tari-tarian dengan judul lagu ‘Stop Kekerasan pada Perempuan dan Anak’. Setelahnya, masuk sesi diskusi. Empat narasumber itu, memaparkan soal kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, dan buruh migran. Dan pada prinsipnya, sepakat untuk memerangi kekerasan.

Mewakili AJI Batam Anwar Sadat menjelaskan, dari sisi kegiatan jurnalis di Batam cukup membantu untuk mengekspos kasus kekerasan. Kendati, sebagai profesi yang mulia, pria pimpinan salah media online kabarbatam.com ini mengingatkan rambu-rambu yang boleh dan yang dilarang.

“Soal kasus ada banyak di depan mata yang kita saksikan bersama. Kita sepakat, kita perangi soal ini. Untuk teman-teman media, sebagai profesi yang mengedepankan kode etik agar mengetahui rambu-rambu dalam membuat berita. Misalkan khusus identitas anak diinisialkan, korban perempuan wajahnya diblur. Ini menyangkut humanis. Dan kepada polisi, agar lebih terbuka dalam proses penanganan kekerasan ini,” papar Anwar.

Sementara itu, berdasarkan data kekerasan yang dihimpun sembilan jaringan anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) selama 2019 adalah 186 orang. Dengan rincian TPPO dan Migran sebanyak 91 orang, perempuan 54 orang dan anak 41 orang.

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus mengatakan, Batam sebagai kota transit memang perlu penanganan lebih gesit. Untuk mencegah dan memerangi kekerasan terhadap perempuan, anak dan buruh migran.

“Angka 186 itu terbanyak di Sagulung. Memang bukan pekerjaan yang mudah untuk menangani ini. Untuk itu, kami minta peran semua pihak. Termasuk kepolisian, aparat dari stakeholder lain, pemko Batam dan jaringan anti TPPO,” kata pria yang akrab disapa Romo Paschal itu.

Romo mendorong agar Peraturan Daerah Kota Batam No 2 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak dimaksimalkan penerapannya oleh Pemko Batam dan stakeholder lainnya. “Dan kami mendorong agar rumah sakit pemerintah menggratiskan biaya visum kepada korban kekerasan sebanyak 400 per tahun,” tambahnya.

Seperti diketahui, acara ini telah dimulai sejak
25 November – 12 Desember 2019. Sembilan wadah ini antara lain, Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri, P2TP2A Kota Batam, Yayasan Embun Pelangi, Rumah Faye, Yayasan Dunia Viva Wanita, Yayasan Gerhana, Yayasan Lintas Nusa, LIBAK dan Gembala Baik. (Red/Leo).