Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Insan Berguna Nusantara Fenty Widya menjelaskan, bahwa salah satu kendala utama penyandang disabilitas di Riau adalah tidak adanya basis data yang terintegrasi.
“Saat ini, tidak ada data pasti yang menggambarkan jumlah dan kondisi penyandang disabilitas di Provinsi Riau. Selain itu, kami menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan karena minimnya lowongan kerja yang inklusif. Ketika kami berupaya mendirikan usaha mikro, perizinan menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.
Dalam rapat ini, Ketua Pansus Robin P. Hutagalung mempertanyakan cakupan keanggotaan yayasan dan sumber pendanaannya.
Fenty Widya menjelaskan bahwa saat ini yayasan memiliki sekitar 200 anggota di Kota Pekanbaru, dengan harapan dapat merangkul lebih banyak penyandang disabilitas di seluruh Riau agar lebih berdaya. **(Red/Tim)








