Rayakan 9 Tahun IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail Serukan Penguatan Profesionalisme Pers di Era Digital

“Media yang dipercaya masyarakat tentu media yang mampu menyuguhkan informasi secara jernih, tidak bias, utuh, serta memberikan ruang yang proporsional bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau perkara,” imbuhnya.

Memasuki usia ke-9, IMO- Indonesia memiliki momentum penting untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong peningkatan kapasitas media anggota di berbagai daerah.

Disadari atau tidak, menurut Yakub, perkembangan media digital memberikan peluang besar bagi media online untuk menjangkau masyarakat sampai ke berbagai pelosok.

Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan penguatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusianya agar tata kelola perusahaan pers, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.

“Bagi saya, keberadaan organisasi media memiliki arti strategis dalam membangun ekosistem pers yang sehat. Organisasi, dalam hal ini IMO, bukan sekadar wadah berhimpun bagi perusahaan media, tetapi juga berperan dalam memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas profesional, serta mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap pers,” ucapnya.

Yakub menyatakan bahwa dalam melaksanakan peran tersebut, IMO Indonesia diharapkan terus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan yang konstruktif antara media, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Hubungan tersebut perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, penghormatan terhadap independensi pers, sekaligus kesadaran bersama bahwa informasi yang berkualitas merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam kehidupan demokrasi,” tukasnya.

Demikian, ia menilai peringatan HUT ke-9 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan media, utamanya media-media online atau digital tidak cukup diukur dari jumlah pembaca, luas jangkauan distribusi, atau kecepatan publikasi.

“Sebaliknya, yang perlu diperhatikan adalah kredibilitas, integritas, dan manfaat informasi bagi masyarakat merupakan ukuran penting yang menentukan keberlanjutan sebuah media,” pungkasnya.***