Pernyataan ini muncul setelah beberapa media menerbitkan artikel yang menyangkut dirinya, yang menurut Hondro, tidak sesuai dengan kenyataan. Terlebih dalam pemberitaan tersebut, foto yang ditampilkan diblur/ditutup wajahnya seolah-olah tersangka. Ia pun tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah hukum jika pemberitaan serupa terus berlanjut.
Sebagai penutup, Hondro menyatakan bahwa dirinya terbuka untuk memberikan keterangan lebih lanjut kepada media yang ingin mengonfirmasi informasi secara langsung. “Saya mendukung kebebasan pers, namun kebebasan itu harus disertai dengan tanggung jawab,” tutupnya.
Polemik ini menjadi pengingat pentingnya prinsip klarifikasi dan verifikasi dalam dunia jurnalistik demi menjaga integritas media.** (Lia/ltc)








