LiputanToday.Com (Jayapura) – Tim gabungan TNI – Polri dan Basarnas berhasil mengevakuasi empat jenazah korban pesawat twin otter DHC-6 seri 400, call sign PK- CDC yang hilang kontak pada hari Rabu tanggal 18 September 2019.
Evakuasi dilakukan dengan menggunakan Heli Lama Sa 315 call sign Pk -IWV milik PT Intan angkasa airservice dengan Pilot Brent Harvey. Pukul 11.30 Wit Keempat jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Timika untuk dilakukan otopsi oleh Tim DVI Biddokes Polda Papua. Pada saat dibuka di kamar jenazah RSUD Timika, diketahui kondisi jenazah yang sudah tidak utuh lagi dan sudah dalam bentuk onggokan organ tubuh dan tidak lengkap. Rabu (25/09/2019).
Korban pesawat twin otter DHC-6 seri 400, call sign PK- CDC yang hilang kontak pada hari Rabu tanggal 18 September 2019 berhasil dievakuasi setelah melakukan pencarian selama delapan hari, dalam proses pencarian terkendala cuaca yang berkabut.
Sebelumnya pada hari Selasa tanggal 24 September 2019 Heli sudah 2 kali mencoba masuk ke lokasi titik yang diduga jatuhnya pesawat dan hanya bisa memuat 2 orang tim SAR untuk diturunkan ke lokasi namun karena cuaca kabut tim tidak dapat diturunkan dan medan yang sangat sulit berupa tebing dengan kemiringan hingga 90.
Sementara itu Tim Basarnas berkoordinasi dengan tim pendaki tebing tegak Indonesia (Indonesian Vertical Rescue/IVR) untuk membantu pencarian dan evakuasi ke lokasi dan mengambil beberapa serpihan badan pesawat maupun mencari data recorder dari pesawat.
Sejumlah 12 personel Brimob berada Kampung Mamontoga yang dijadikan sebagai Pangkalan dikarenakan jarak yang lebih dekat dengan lokasi.
Identitas crew pesawat :
1. Pilot : Capt. Dasep Sobirin
2. Co Pilot : Yudha Tutuco
3. Engineer : Ujang








