LiputanToday.com – KUBANG JAYA– Menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., turun langsung meninjau UPT SDN 018 Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, yang mengalami musibah kebakaran.
Dalam peninjauan tersebut, Senin Pagi (19/10) Bupati meminta tim teknis segera turun ke lokasi untuk segera menginventarisasi seluruh kerusakan dan melakukan penghitungan kebutuhan perbaikan agar proses pemulihan dapat direncanakan dengan baik, tanpa mengabaikan keselamatan para siswa.
“Kami minta segera dilakukan inventarisasi seluruh kerusakan dan penghitungan teknis terhadap dampak kebakaran ini. Tim teknis harus segera turun agar kebutuhan perbaikan dapat diketahui secara jelas dan ditindaklanjuti,” tegas Ahmad Yuzar.
Bupati juga menginstruksikan agar sisa bangunan yang terbakar segera dibersihkan, terutama bagian atap dan jaringan listrik yang berpotensi membahayakan. Langkah ini penting agar lingkungan sekolah kembali aman dan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung tanpa mengancam keselamatan siswa.
“Utamakan keselamatan anak-anak kita. Sisa kebakaran harus segera dibersihkan dan dipastikan tidak ada bagian bangunan maupun jaringan listrik yang membahayakan siswa. Untuk kebutuhan perbaikannya, segera dihitung dan diusulkan dalam anggaran APBD ,” ujarnya.
Selain meninjau bangunan yang terdampak kebakaran, Bupati Kampar juga melihat langsung kondisi ruang belajar yang masih kekurangan meja dan kursi (mobiler). Ia berharap persoalan tersebut turut menjadi perhatian agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman.
Sementara itu, Kepala UPT SDN 018 Kubang Jaya, Efni Juwitay, S.Pd., menjelaskan bahwa Kebakaran yang terjadi pada Ahad siang kemarin tersebut menghanguskan sejumlah ruangan sekolah, termasuk ruang belajar dan ruang koperasi, serta menyebabkan satu ruangan lainnya terdampak. Peristiwa itu mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Ia menyampaikan bahwa SDN 018 Kubang Jaya saat ini memiliki 813 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar. Namun, ketersediaan ruang kelas belum memadai untuk menampung seluruh siswa, sehingga pihak sekolah harus mengatur kegiatan belajar secara paralel atau bergantian.








