LiputanToday.Com (Batam) — Bendahara Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Cristy Lemon, memberikan penjelasan resmi sebagai hak jawab atas pemberitaan yang dinilai menyudutkan pihak panitia acara. Isu ini mencuat setelah Saudara Hans, pemegang mandat Persatuan Wartawan Online Digital (PWOD) Kepri, merasa diabaikan saat menghadiri sebuah kegiatan sebagai tamu undangan.
Menanggapi hal tersebut, Cristy menyayangkan sikap Hans yang dinilai membesar-besarkan masalah. Menurutnya, dalam berorganisasi dan menghadiri suatu acara, kedewasaan dan sikap saling menghormati sangat diperlukan.
“Sebagai tamu undangan, apalagi tamu kehormatan, seharusnya kita bisa membawa diri dengan bijaksana. Sangat disayangkan masalah seperti ini harus dibesar-besarkan,” ujar Cristy. Rabu (8/7/26)
Cristy menjelaskan bahwa membludaknya jumlah tamu yang hadir membuat panitia pelaksana dari IPJI bekerja ekstra keras. Akibat banyaknya konfirmasi kehadiran, ada kemungkinan beberapa tamu terlewat secara tidak sengaja. Meski begitu, pihak panitia telah berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada seluruh undangan.
Ketua DPW IPJI Kepri, Ismail, sebelumnya juga sudah menegaskan di atas panggung bahwa panitia tidak dapat menyebutkan nama tamu satu per satu karena keterbatasan waktu dan situasi.
“Ketua panitia, Budi Sudarmawan, dalam kata sambutannya juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang ada. Bahkan permohonan maaf secara global kepada seluruh tamu yang tidak tersebut namanya sudah disampaikan langsung dari atas panggung,” tambah Cristy yang mendengarkan langsung pernyataan tersebut di lokasi.
Selain menyayangkan sikap emosional yang berlebihan, Cristy juga mengkritik tindakan beberapa media online yang mengunggah foto dirinya tanpa izin dan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu. Ia menegaskan bahwa momen pengambilan foto tersebut sama sekali bukan bagian dari sesi wawancara resmi.


