Ditambahkan Husnul, jangan sampai peristiwa itu terjadi di Provinsi Kepri, lebih baik mencegah, jangan sampai rakyat jadi membenci polisi. Lebih benci ketimbang pada “polisi tidur” yang bikin perjalanan pengendara mobil-motor tidak nyaman.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua GMNI, Rimbun Purba mengatakan, di Kepri ini harus menjalan program presisi. Presisi merupakan akronim dari prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.
“Bagi RMI, Polda Kepri tranparansi berkeadilan itu penting agar pelaksanaan setiap tugas kepolisian dapat menjamin rasa keamanan dan rasa keadilan masyarakat. Ini memang dibutuhkan komitmen, prediktif dan responsibilitas. Komitmen artinya ada tindakan yang konsisten dan terus menerus sehingga Polri dapat melakukan pencegahan secepat mungkin,” tuturnya.
Ditegaskan Rimbun Purba, Kapolda secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab dan berkeadilan.
“Menurut kami transparansi berkeadilan penting dalam melaksanakan tugas. Kami sepakat bahwa jika tidak ada tindakan nyata dari Kapolda Kepri, kami akan sampaikan hal ini tingkat pusat, dalam hal Mabes Polri melalui media fan surat resmi,” tutupnya.
(Tim/Red)







