Eksotisme Negeri Diatas Awan Lumajang, Inilah Catatan Perjalanan AKBP M Arsal Sahban

Suku tengger memiliki adat yang unik saat menerima tamu, karena diterimanya di dapur. Ruang dapur menjadi ruang tamu bagi masyarakat tengger. Mereka biasa bercengkrama bersama keluarga didapur karena ada perapian untuk memanaskan badan mengingat cuaca yang sangat dingin di wilayah tengger.

Selain itu ada budaya tahunan suku tengger yang dikenal dengan KARO dimana selama 14 hari masyarakat tengger tidak boleh keluar dari desanya, dari 14 hari itu 7 hari digunakan untuk mempersiapkan acara KARO yaitu membuat makanan untuk menerima tamu dan 7 hari sisanya digunakan untuk saling berkunjung. dalam 7 hari itu mereka harus datang kerumah – rumah warga tengger lainnya, semacam kegiatan silaturahmi orang Muslim pada saat lebaran. Setiap berkunjung mereka wajib untuk mencicipi makanan yang sudah disiapkan. Dalam sehari mereka bisa mendatangi sampai 100 rumah.

Perlu diketahui bahwa desa Argosari Kec. Senduro terletak di ketinggian 2200 Mdpl yang didiami oleh suku tengger. Lumajang memiliki area yang paling luas didiami oleh suku tengger yaitu mencapai kurang lebih 55 persen dibanding suku tengger yang mendiami 3 Kabupaten lainnya.

Total ada 5 desa di Lumajang yang di diami oleh suku tengger yaitu desa Ranupani, desa Argosari, desa Bedayu Talang, desa Cempoko Ayu, dan desa Kandang Tepus.

Menurut saya, Lumajang menyimpan Potensi Pariwisata yang sangat besar, karena memiliki banyak jenis wisata. Lumajang dapat dibagi menjadi 3 jenis wisata yaitu Wisata Alam, wisata religi serta wisata budaya dan sejarah. terang Arsal.

Beberapa Wisata Alam yang sudah terkenal yaitu Air Terjun Tumpak Sewu, Negeri Diatas Awan, Pendakian Gunung Semeru, beberapa jenis air terjun, berbagai danau, gua tetes, pantai dan banyak lagi potensi keindahan alam lainnya.

Wisata Religi di Lumajang, ada Pura Mandara Giri yaitu salah satu pura tertua sehingga menjadi tujuan bagi pemeluk agama Hindu untuk bersembahyang di Pura tersebut. Pura Mandara Giri semacam Mekkahnya bagi umat Hindu, sehingga pemeluk agama Hindu di Indonesia bergantian ke tempat ini. Selain Pura Mandara Giri, ada juga kuburan Arya Wiraraja yang di yakini sebagai kuburan Islam tertua di pulau jawa sehingga banyak yang berziarah ketempat tersebut.

Selain itu ada Wisata budaya dan sejarah yaitu adanya budaya suku tengger yang diyakini merupakan nenek moyang masyarakat Bali. Cerita tentang suku tengger yang mendiami gunung Semeru dan Bromo yang kemudian sebagian berpindah ke pulau dewata Bali menjadi sebuah daya tarik wisata tersendiri. selain budaya suku tengger, ada juga sejarah tentang kisah kebesaran kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan rajanya Prabu Arya Wiraraja yang kala itu membantu berdirinya kerajaan Majapahit yang berpusat di mojokerto. karena bantuannya itulah, kemudian terjadi pembagian wilayah kekuasaan antara Majapahit dengan Lumajang tigang juru yang memiliki pusat kerajaan di desa kutorenon Lumajang. Majapahit saat itu memiliki kekuasaan ke arah Barat sedangkan Lamajang Tigang Juru memiliki kekuasaan ke arah timur yang membawahi wilayah Jember, Situbondo, Bondowoso, Bayuwangi sampai ke Bali”.

Penulis : Muhammad Arsal Sahban.
Editor : Navi.