4. Siak : Alpianas
5. Dumai : Iwan malano
6. Bengkalis : Pak Martin
7. Kuansing : cak Rohim
8. Rohil : Cak rohim
9. Inhu : Pak Dardi
10. Inhil : Pak Dardi
11. Meranti : ketua Pak Ari
12. Rohul : Suratno
Dari hasil keputusan rapat hari ini, untuk mempercepat pembentukan PC dan Puk.
Suasana silaturahmi terbuka juga menjadi momen berharga untuk memperkuat ikatan emosional antar-pengurus. Diskusi tidak hanya berkisar pada strategi organisasi, tetapi juga berbagi pengalaman lapangan, tantangan menghadapi resistensi perusahaan, hingga tips membangun komunikasi efektif dengan anggota.
Momen ini menegaskan bahwa FSP Parekraf Riau bukan hanya organisasi perjuangan, tetapi juga rumah bagi para aktivis buruh untuk saling belajar dan mendukung.
Salah satu calon Ketua PC Pekanbaru LAHMUDIN RAMBE, mengungkapkan optimismenya setelah mengikuti rapat ini. “Kami merasa lebih percaya diri dan memiliki panduan jelas setelah berdiskusi dengan pengurus provinsi. Dukungan materiil dan immateriil yang dijanjikan membuat kami yakin bisa merekrut ratusan anggota baru dalam waktu singkat. Ini adalah awal baru bagi gerakan buruh parekraf di ibu kota provinsi,” ujarnya antusias.
Menutup acara, Ketua OKK FSP Parekraf Provinsi Riau EDTRIS, mengajak seluruh elemen untuk menjaga konsistensi dan integritas. “Pembentukan PC dan PUK adalah tentang kepercayaan.
Kepercayaan anggota kepada pemimpinnya, dan kepercayaan publik kepada serikat kita. Mari kita bangun PC Dan PUK yang transparan, akuntabel, dan benar-benar hadir saat pekerja membutuhkan. Jangan biarkan struktur ini menjadi pajangan, tapi jadikan ia perisai pelindung hak-hak pekerja,” pungkasnya dengan nada tegas namun menginspirasi.
Dengan berakhirnya rapat silaturahmi ini, FSP Parekraf Provinsi Riau telah menetapkan arah gerak yang jelas. Ekspansi ke tingkat kabupaten/kota diharapkan dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat bagi ribuan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di Bumi Lancang Kuning.
Red / Feri Tanjung








