“Kami siap mengawal sampai akhir. Wajib hukumnya bagi kami menjaga marwah dan kehormatan S. Hondro selaku Ketua Umum Paguyuban Nias di Riau sekaligus Ketua GRIB Jaya di Bumi Lancang Kuning ini,” tegasnya.
Bergulirnya perkara tersebut turut memantik reaksi dari sejumlah anggota dan pengurus PKMNR. Puluhan warga/anggota PKMNR yang tergabung dalamnya mengecam tindakan yang dinilai terus memperpanjang persoalan terhadap ketua umum mereka.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari sejumlah anggota GRIB Jaya DPC Kota Pekanbaru yang merasa terusik dengan persoalan hukum yang dihadapi S. Hondro.
Bagi mereka, persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, namun tuduhan yang berpotensi merusak nama baik seseorang maupun organisasi dinilai tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa dasar yang jelas.
Sementara itu, S. Hondro menyampaikan apresiasi kepada Mirwansyah yang bersedia hadir dan mendampinginya dalam menghadapi perkara tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota PKMNR yang selama ini tetap solid memberikan dukungan serta semangat di tengah berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya dan organisasi yang dipimpinnya.
Hondro menegaskan dirinya tidak akan mundur dalam memperjuangkan apa yang diyakininya benar.
“Saya tetap akan selalu memperjuangkan yang benar, karena saya tidak pernah melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Untuk persoalan gugatan FZ ini, saya serahkan 100 persen kepada MS Law Firm untuk menanganinya secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Hondro.
PKMNR menegaskan bahwa pihaknya tidak alergi terhadap kritik maupun proses hukum. Namun, kritik dan tuduhan harus tetap memiliki dasar fakta, bukti, serta pertanggungjawaban hukum.
Terlebih, apabila perkara yang dipersoalkan sebelumnya telah beberapa kali masuk ke ranah pengadilan dan berakhir dengan penolakan atau tidak diterimanya gugatan, maka pengajuan perkara kembali dengan substansi yang dipersoalkan serupa patut dipertanyakan secara kritis.*
Red / team








