Masuri, S.H. (Ketua Umum KADIN Riau): Mengusung inisiatif “Lima Modal Pembangunan” yang berfokus pada kemudahan administrasi pengusaha baru, akses pembiayaan UMKM, serta pelatihan pembukuan keuangan gratis demi persaingan usaha yang sehat.
Adnan Wimbyarto (Kepala Kanwil DJPb Riau): Memaparkan peran institusi sebagai Treasurer, Regional Chief Economist, dan Financial Advisor (TREFA). Ia mengingatkan fiskal Riau masih 76% bergantung pada Dana Transfer ke Daerah (TKD) nasional, sehingga diperlukan penguatan bridging data ekonomi lintas instansi untuk membangun daya pajak lokal (local taxing power) yang kokoh.
Melalui sinergi erat ini, Kanwil DJP Riau bersama seluruh stakeholder termasuk IKTS optimis bahwa transisi reformasi perpajakan di Bumi Lancang Kuning dapat berjalan inklusif, harmonis, serta mampu memberikan kepastian hukum yang mendukung iklim investasi daerah
