“Jadi ini tantangannya bagi ketiga capres kita. Siapa yang mampu mendeliver ide, gagasan dan visi program yang lebih baik dan masuk akal, maka dia akan mampu menarik simpati dan dukungan dari para swing voters ini,” ucapnya.
Ketika ditanya oleh awak media soal tanggapannya mengenai debat tersebut, kata Yakub, apa yang difasilitasi oleh KPU tersebut merupakan sebuah sarana untuk mengedukasi masyarakat prihal program, visi-misi, dan gagasan serta pandangannya ke depan apabila menerima mandat dari rakyat.
“Adapun dalam segmen saling bertanya hemat saya jawaban setiap calon merupakan representatif dari agenda yang diusung oleh masing-masing, prihal penguasaan materi dan kemampuan dalam penyampaian tentu akan sangat beragam karena memang masing-masing calon memiliki gaya yang berbeda,” ujarnya.
“Jadi hemat saya, kunci dari kemenangan ini adalah tidak semata-mata tertumpu kepada personal capres dan cawapres saja akan tetapi juga lebih kepada seberapa kuat tekad tim sukses melakukan konsolidasi dengan banyak pihak serta merangkul seluruh lapisan masyarakat,” tambah Yakub.
Yakub juga menambahkan bahwa nalar (hal logis) serta perbuatan tulus akan memenangkan hati rakyat yang berbanding lurus dengan hasil pada pemilu 14 Februari nanti, pungkasnya.***








