Banyak masalah teknis maupun personal yang berhasil diselesaikan melalui diskusi informal di momen ini, menjadikan yasinan sebagai “ruang aman” bagi para driver untuk berkeluh kesah dan mendapatkan solusi secara kolektif.
Salah satu anggota senior MPB,ILHAM mengungkapkan bahwa kehadiran yasinan bulanan telah mengubah persepsinya tentang komunitas ojol.
“Dulu saya pikir gabung komunitas cuma buat dapat orderan atau bantuan saat mogok. Tapi setelah ikut yasinan, saya merasa punya keluarga kedua di Pekanbaru.
Kami saling mendoakan, saling mengingatkan kalau ada yang sakit atau musibah. Ini yang membuat saya betah dan bangga jadi bagian dari MPB,” ceritanya dengan nada haru.
Dengan istiqomah menggelar yasinan setiap bulan, Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu telah membuktikan bahwa solidaritas antar-driver dapat dibangun di atas fondasi iman dan takwa. Kegiatan ini menjadi teladan bagi komunitas ojol lainnya bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari jumlah orderan, tetapi juga dari kualitas hubungan antarmanusia dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
– Selesai –
Red / Seprinaldi








