Menurut Faruuq, kedua pihak itu bersalah karena yang bertanggung jawab penuh pada pengamanan laga Arema kontra Persebaya. Akibat pengamanan dengan memakai gas air mata yang sebenarnya dilarang FIFA tragedi berdarah ini terjadi. Sehingga jelas Kapolda dan Kapolres yang memberi instruksi adalah orang yang paling bertanggung jawab.
Kejadian ini, menurutnya tidak akan terjadi apabila panitia dan aparat Kepolisian bertindak secara presisi dan responsible sehingga sudah siap pada keadaan darurat. “Jika aparat dan panitia lebih siap mungkin kejadian dengan ratusan korban jiwa ini tidak akan terjadi,” katanya.
Dia juga menyampaikan duka mendalam atas kejadian maut tersebut. Faruuq berharap agar kejadian serupa tidak akan terjadi lagi. Oleh karena itu, perlu ada pengusutan tuntas dari pihak kepolisian dengan tindakan tegas. “Kita berharap ke depan semoga kejadian semacam ini tidak terjadi lagi, semoga berdoa agar para keluarga suporter yang meninggal ditabahkan,” ujar Ahmad Faruuq.
Pada keterangan akhir Faruuq mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia terlebih mahasiswa untuk mendoakan para korban jiwa di tragedi kanjuruhan. “Kita semua hari ini berduka, mari sama-sama untuk berdoa kepada korban di tragedi Kanjuruhan,” tutupnya. (rilis).



