Liputantoday.com (Pekanbaru) – Sekretaris Jenderal IMO Indonesia, Saudara Hondro mengapresiasi dan mendukung penuh dan bahagia atas kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi di Provinsi Riau terkhususnya dengan penetapan tersangka kasus korupsi flyover Simpang SKA Pekanbaru.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kinerja KPK dalam upaya mengungkap dugaan korupsi dan Mark up pada pembangunan fly over dan menetapkan tersangka”tegasnya
Hal tersebut diutarakan bukan tanpa alasan, mengingat perjuangan panjangnya saat menyampaikan laporan dugaan adanya tindak pidana korupsi pada pembangunan fly over di simpang SKA jalan Tuanku Tambusai/Jalan Soekarno-Hatta Kota Pekanbaru, Provinsi Riau T.A 2017-2018 dari sumber dana APBD sebesar Rp. 159.098.140.218,52,- yang diantarnya langsung ke Gedung Merah Putih KPK Jalan Persada Kuningan Kav 4 Setia Budi Jakarta Selatan. Senin (7/6/2021).
“Saya selaku sekjen Ikatan Media Online (IMO) Indonesia bersyukur dan berterima kasih kepada KPK yang telah menindaklanjuti atas laporan saya empat tahun yang lalu”.
“Kami juga menduga masih banyak oknum-oknum pejabat RIAU yang terlibat, maka dari itu kami mendesak agar segera diperiksa hingga adanya penetapan tersangka”.
Saudara Hondro berharap kasus dugaan korupsi yang ditangani Lembaga anti rasuah ini agar dapat segera diusut tuntas hingga ke akar-akarnya dan mengenai masih banyaknya kasus korupsi yang belum tersentuh aparat penegak hukum, ia juga menyatakan kesiapsediaannya dalam membantu Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.
Diketahui bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan flyover Simpang Jalan Tuanku Tambusai-Jalan Soekarno Hatta atau Simpang SKA Pekanbaru.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, kelima tersangka berinisial YN, GR, TC, ES, dan NR.
“YN merupakan Penyelenggara Negara, sedangkan GR, TC, ES, dan NR swasta,” ujar Tessa, Selasa (21/1).
Tersangka YN adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat proyek flyover Jalan Tuanku Tambusai-Soekarno Hatta dibangun pada tahun 2018. Sementara TC adalah Direktur Utama PT SHJ, ES Direktur PT SC, NR selaku kepala PT YK, dan GR.








