Ketua Garda NasDem Gunungsitoli Ultimatum Tempo: 3×24 Jam untuk Klarifikasi dan Minta Maaf

LiputanToday.Com (Gunungsitoli) — Ketegangan antara kader Partai NasDem dan media nasional memanas. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, melontarkan sikap tegas atas pemberitaan yang dinilai merusak marwah partai, khususnya terkait Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh.

Pernyataan keras ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Kepemudaan DPD NasDem Gunungsitoli, Okfanaroo Harefa, Rabu (15/4/2026). Ia menegaskan, gelombang aksi demonstrasi kader NasDem di berbagai daerah bukan sekadar reaksi spontan, melainkan bentuk pembelaan terhadap kehormatan partai yang dianggap dilecehkan.

“Pemberitaan pada sampul majalah Tempo itu kami nilai tidak hanya tendensius, tetapi juga merendahkan kehormatan pimpinan tertinggi partai,” ujar Okfanaroo.

Menurutnya, narasi yang dibangun dalam pemberitaan tersebut tidak berdasar dan justru memperkeruh situasi politik, sekaligus membentuk persepsi negatif di tengah masyarakat. Ia menilai, media seharusnya mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberimbangan, bukan memperkuat spekulasi.

Sebagai langkah konkret, DPD NasDem Gunungsitoli memberikan ultimatum kepada pihak media yang bersangkutan. Mereka menuntut klarifikasi resmi disertai permintaan maaf terbuka dalam waktu 3×24 jam.

“Ini bukan sekadar protes, ini soal menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap partai,” tegas Okfanaroo, yang juga menjabat Ketua Garda NasDem Kota Gunungsitoli.