Di tengah polemik yang berkembang, Okfanaroo memastikan soliditas internal partai tetap terjaga. Ia menyebut seluruh kader, dari pusat hingga daerah, tetap berada dalam satu barisan dan mengikuti arahan pimpinan wilayah.
“Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, sudah menginstruksikan agar seluruh kader tetap bersatu dan memberikan dukungan penuh kepada Ketua Umum Surya Paloh. Tidak ada perpecahan,” katanya.
Polemik ini mencuat setelah majalah Tempo merilis sampul dengan ilustrasi karikatural Surya Paloh yang memicu reaksi keras dari kader NasDem di berbagai daerah. Bagi mereka, batas antara kritik dan penghinaan dinilai telah dilampaui.
Situasi ini kembali menyoroti relasi sensitif antara kebebasan pers dan tanggung jawab jurnalistik. Di satu sisi, media memiliki ruang untuk menyampaikan kritik; di sisi lain, akurasi, etika, dan dampak pemberitaan menjadi garis batas yang tidak boleh diabaikan.
Kini, sorotan tertuju pada respons pihak media: apakah memilih meredakan konflik melalui klarifikasi, atau membiarkan polemik ini terus membesar di ruang publik.***(rls/al)








