Kata Gubernur misi ketiga Sulsel cerdas dalam artian pengembangan SDM dan pengembangan karakter. Keempat Sulsel mandiri dari sisi pengembangan komoditi unggulan pangan. “Sulawesi Selatan dikenal lumbung pangan khususnya padi/beras,” tukas Prof Yusran mengutip kata-kata Gubernur Sulsel.
Berikutnya Prof. Yusran menyampaikan visi misi Kelima Gubernur NA adalah Sulsel bersih melayani terkait reformasi birokrasi. Mengubah mindside pelayanan birokrasi yang baik di masyarakat.
Gubernur juga menyinggung DAS Prioritas di Sulawesi Selatan, yaitu DAS Jeneberang dan Saddang. “Kedua DAS ini harus ditangani secara multisektor terkait aktivitas masyarakat sekitar DAS dan aktivitas lainnya,” pesan Gubernur.
Usai istirahat, berikutnya penyampaian Mitigasi Perubahan Iklim disampaikan oleh Prof. Racmat Witoelar, sesi kali ini Mantan MenLH yang juga mantan utusan khusus Presiden bidang Perubahan Iklim tersebut lebih kepada diskusi panel sekaligus mendengarkan kisah-kisah inspiratif dari peserta serta masukan atau ide-ide dari kaum milenial.
Selain itu hadir Kepala Tata Usaha P3E Suma, Azri Rasul. Selanjutnya hadir Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan, Kepala BDLHK, Edi Sulistyo, Kepala BBKSDA Sulsel yang diwakili Kepala Tata Usaha, Ellyyana Said, Kepala SMK Kehutanan Negeri Makassar, Haryono.
Nampak pula, Kepala Balai Litbang LHK Makassar, Kepala Balai T.N. Takabonerate, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Karhutla Sulawesi serta jajaran Dinas LH Provinsi/Kabupaten/Kota dan P3E Suma selaku tuan rumah pelaksana.








