Meski peluang terbuka, PSPS Pekanbaru tetap dibayangi ancaman dari tim-tim dengan jarak poin tipis. Hingga pekan ke-17, selisih poin PSPS dengan Persekat Tegal hanya sekitar tiga poin.
Keunggulan agregat gol memang memberi nilai tambah, namun belum cukup menjadi jaminan posisi aman.
Persekat dan tim lain di zona bawah dipastikan akan tampil habis-habisan demi menghindari play-off degradasi atau turun langsung ke Liga 3.
Sesuai regulasi, tim peringkat 9 masing-masing grup harus menjalani laga play-off degradasi, sementara penghuni dasar klasemen atau peringkat 10 dipastikan terdegradasi pada musim berikutnya.
Optimisme PSPS Pekanbaru tumbuh seiring langkah manajemen melakukan perombakan signifikan di paruh musim.
Total delapan pemain baru didatangkan untuk memperkuat kedalaman tim, termasuk dua legiun asing.
Dua pemain impor tersebut adalah Antonio Augusto Gamaroni de Carvalho asal Brasil dan Francis Yaghr dari Ghana.
Kehadiran Antonio Gamaroni mulai menunjukkan dampak positif setelah mencetak gol saat PSPS menghadapi Persekat, laga yang krusial dalam persaingan zona bawah.
Konsistensi performa, efektivitas laga kandang, serta kecermatan memanfaatkan format tiga putaran akan menjadi faktor penentu apakah PSPS Pekanbaru mampu bertahan di Liga 2, atau bahkan melesat ke papan atas.***(SHI GROUP)








