Pasukan Berkuda ini ikut Kawal Sang Merah Putih dan Naskah Proklamasi di Istana Merdeka

Khusus untuk kuda yang kita libatkan, lanjut Roni, mayoritas kuda laki-laki dari jenis Toro Breed.

“Karena selain besar, jenis ini juga lincah, serta terlatih mengikuti ritme langkah beriringan yang sama dan bisa beradaptasi di dalam suasana keramaian,” tambah lulusan Akmil 1999 itu.

Masih ditempat yang sama, Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta mengamini pernyataan Roni bahwa kereta tersebut milik Pemkot Purwakarta yang saat ini dikhususkan untuk membawa bendera duplikat Sang Merah Putih dan Naskah Proklamasi saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Kereta ini diberi nama Ki Jaga Raksa, yang artinya Ki adalah sebutan untuk sebuah benda, Jaga artinya melindungi, dan Raksa artinya hati, Hatilah yang menjaga kehidupan manusia,” buka pria yang akrab dipanggil Kang Dedi itu.

“Secara Filosofi, Ki Jaga Raksa itu tarekah mulangkeun diri anu leungit (Upaya mengembalikan diri yang hilang),” pungkasnya.

Saat mengarak bendera duplikat Sang Merah Putih dan Naskah Proklamasi, dibuka oleh Drumband GSCL Akmil, dan rombongan anak berbusana daerah, serta ditutup oleh rombongan berbusana pengawal dari Paspampres dan berbusana kerajaan/suku adat dari Kodam seluruh Indonesia. (Red/Barat/Dispenad).