“Kami menyadari bahwa capaian ini bukan akhir, tapi justru menjadi dorongan untuk memperbaiki yang masih kurang. Audit BPK tidak hanya memeriksa angka-angka, tapi juga menyentuh efektivitas kinerja dan kualitas perencanaan pembangunan daerah.” ujar Bupati Zukri.
Bupati juga menyampaikan keprihatinan atas tantangan yang dihadapi daerah terkait tunda salur dana dari pusat dan provinsi, yang dapat memengaruhi kelancaran realisasi anggaran di daerah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh kepala daerah di Riau berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi BPK dan menyusun action plan secara sistematis.
“Kami ingin agar pengelolaan keuangan daerah makin efisien, efektif, dan akuntabel. Kami juga berharap agar BPK terus mendampingi dan membuka ruang komunikasi agar kebijakan di daerah benar-benar sejalan dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.” tambahnya.(S. Hrt)








