Selain itu, Kevin juga melihat masih banyaknya masyarakat etnis Tionghoa di Riau cenderung menjauh dari isu politik, karena menganggap Pemilu sebagai kontestasi yang tidak penting-penting amat pasalnya tidak berimbas terhadap keberlangsungan hidupnya, apatis, bahkan tak jarang putus asa.
“Sejauh ini masih banyak di masyarakat berpandangan bahwa ada satu tembok antara pribumi dan non pribumi. Kita ingin membuat tembok itu hilang dengan cara kita ikut serta dalam kontestasi demokrasi karena 1 suara penting untuk menentukan nasib bangsa, 5 tahun ke depan.”jelasnya.
Jadi satu-satunya Caleg beretnis Tionghoa yang melenggang ke Senayan, Kevin turut menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Etnis Tionghoa yang tinggal di Pekanbaru, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kepulauan Meranti, dan Dumai agar pada hari H (14 February 2024) dapat menyalurkan hak pilihnya dan tidak memilih untuk menjadi golongan putih (golput) karena satu suara penting untuk menentukan nasib bangsa 5 tahun ke depan.
Kevin menargetkan dan optimis bisa meraih suara sebesar 80.000 suara di Dapil Riau 1 yang meliputi Kota Pekanbaru, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kepulauan Meranti, dan Dumai.
Kevin berharap terutama untuk anak-anak muda Tionghoa untuk dapat lebih aktif dan terjun ke politik, jangan hanya di bidang ekonomi, tapi juga turut menggerakkan jiwa kebangsaan kita sebagai Warga Negara Indonesia bahwa masyarakat etnis Tionghoa juga bisa berbuat bagi Negara dan Bangsa Indonesia.
“Inilah saatnya, Mari kita muda/i, milenial, gen-z unjuk gigi dan membuktikan bahwa anak muda juga bisa bekerja, bisa berinovasi, dan berbuat sesuatu bagi Negara dan Bangsa ini”tutupnya.*bnb




