“Jangan pernah merasa terasing dari masyarakat. Kehadiran saya di sini adalah bukti nyata bahwa saudara-saudara di luar sana, termasuk kami, masih peduli dan memperhatikan seluruh perkembangan kalian di dalam lapas,” tutur UAS di hadapan ribuan jemaah berpeci putih tersebut.
UAS juga mengajak seluruh warga binaan untuk senantiasa optimis menatap masa depan dan tidak berputus asa dari rahmat Sang Pencipta. Menurutnya, kesalahan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya.
“Temukan hidayah itu di sini, karena pintu hidayah tidak pernah tertutup untuk siapapun, kapanpun, dan di manapun. Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin bertaubat,” pesan UAS menutup ceramahnya.
Tabligh akbar ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh UAS. Suasana haru sempat mewarnai momen ketika para warga binaan menengadahkan tangan, memohon ampunan, dan berharap diberikan kekuatan untuk menjalani sisa masa pembinaan hingga kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.
Red / Seprinaldi








