“Karakter yang bagus dimulai dari siswa itu sendiri, mulai dari disiplin dan mematuhi tata tertib sekolah, memperhatikan kelengkapan seragam sekolah seperti, topi, dasi, rompi, sepatu, atribut lokasi atau identitas sekolah dan ruang kelas. Apabila semua kelengkapan tersebut dilanggar, apabila terjadi masalah bukan lagi tanggungjawab sekolah ini. Siswa-siswi SMPN 14 Makassar yang terdaftar secara online sebanyak 886 siswa,” terang Mustamin. Sabtu, 22 Februari 2020.
Kembali Mustamin mengingatkan, tenaga pendidik SMPN 14 Makassar memiliki 37 orang guru ASN, 5 orang tenaga administrasi, dengan tenaga SDM yang terbatas tidak mudah membangun karakter.
“Di luar negeri saja dibutuhkan 12 tahun untuk membentuk karakter generasi muda. Jauh lebih susah membangun karakter/kebiasaan dibandingkan mempelajari matematika. Misalnya membuang sampah pada tempatnya, itu bagian dari karakter,” kata Mustamin mengingatkan.
“Saya selalu mendengungkan kepada anak-anak kalau melihat sampah ambil, ini bagian dari pendidikan karakter,” sebut Mustamin.
Anak-anak ke sekolah dilarang membawa telepon genggam android atau gawai canggih, hal ini untuk menghindari penyalahgunaan fasilitas fitur-fitur di dalamnya. boleh saja membawa handphone tapi yang biasa-biasa saja.
Sebelum bubaran, Kepala Sekolah Mustamin menandaskan, setiap anak didik dilarang keras membawa motor sendiri ke sekolah, pihak sekolah melarang tegas anak didik SMPN 14 naik motor ke sekolah, karena sifatnya labil, siswa juga dilarang memalak, membuat onar, membawa rokok, minum minuman keras.
“Siswa juga dilarang terlibat Narkoba, tidak membawa senjata tajam dan tidak membuang sampahnya sembarangan,” singkatnya. (Red/Sub).








