Lebih lanjut dia menjelaskan,”Namun kami akui banyak akibat dari laporan tersebut,pergerakan organisasi ke daerah-daerah menjadi sedikit terkendala akibat banyak warga yang masih menantikan kejelasan atas kasus tersebut”.
Oleh karena itu, Hasatulo menegaskan bahwa seluruh pengurus di tingkat DPC, DPD, dan DPP di bawah kepemimpinan Hondro—yang terpilih secara aklamasi—berkomitmen untuk hadir di tengah warga asal Kepulauan Nias yang berada di Provinsi Riau,untuk dapat memberikan solusi atas setiap persoalan sesuai kemampuan yang ada.
“Terlebih dalam memasuki usia satu tahun, PKMNR terus mengadakan kegiatan sosial, keagamaan, budaya, hingga seni bela diri pencak silat. Kita semua berharap di masa depan PKMNR semakin maju serta dapat menjadi rumah besar Ono Niha untuk mengakomodir berbagai permasalahan Ono Niha yang ada di Bumi Lancang Kuning ini,”pungkasnya.
“PKMNR jika diibaratkan kapal maka bukan menjadi kapal yang ditambatkan di dermaga. Kapal ini dibuat untuk menantang badai dan ombak, mengarungi samudra menuju pantai impian, yaitu Pantai Sorake,” ujar Hasatulo sembari tersenyum.***(al/red)

