10 Pimpinan Anak Cabang PDIP Pessel Tolak Kepengurusan Sri Kumula Dewi Cs

LiputanToday.com (PESSEL) – Merasa tidak pernah dilibatkan dalam Arena Konfrensi Cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pesisir Selatan dalam memilih Ketua dan penggurus DPD PDI Perjuangan Kabupaten Pessel, 10 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan menyatakan bahwa penunjukan nama Sri Kumula Dewi Cs, sebagai ketua DPC syarat permainan dan tidak sah.

Penolakan 10 PAC dari 14 PAC Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini diduga merasa ada permainan dalam mendudukan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesisir Selatan. Atas hal itu, beberapa PAC langsung menggelar rapat di kantornya.

Menurut Ketua PAC PDI Perjuangan Lunang Silaut Sutanto mengatakan, berdasarkan hasil rapat Konfercab PAC PDI Perjuangan Pessel nama Akmal Hosen mendapatkan 9 suara, sementara Drs. H.Achiar mendapatkan suara 7 dan Kumala Dewi mendapatkan suara 2. Namun kenyataan setelah hasil ini dibawa ke DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Barat nama Akmal Hosen hilang, dan naik nama yang lain. ungkap Sutanto.

Seperti diketahui bersama jika di Pessel ada 15 Kecamatan, Namun berdasarkan hasil pemetaan masalah PAC PDI Perjungan muncul dua nama Kecamatan baru, Kecamatan Limau Sundai dan Kecamatan Lakitan.

“Kita ada bukti semuanya, hasil konfercab dan bukti penambahan dua Kecamatan di Pessel,” ucapnya dengan tegas pada media, Minggu (24/11).

Hal sama juga diungkapkan Ketua PAC Tapan Darmalis secara tegas menyatakan bahwa kepenggurusan DPC PDI Perjungan Kabupaten Pessel telah disusun itu cacat hukum, dan tidak sesuai dengan prosedur dalam AD/ART Partai.

“Kita sangat kecewa atas hal itu. Maka, kami bersama penggurus PAC lainya menyatakan sikap menolak,” tekuk Darmalis.

lanjutnya, Dan kalau prosesnya seperti itu, lalu untuk apa lagi DPC usulkan nama. Kan bisa saja ditunjuk langsung. Sekarang, nama yang diusulkan lain tapi malah yang dibacakan lain,” tandasnya.