Tak kurang dari 20 orang peserta hadir yang berasal dari SMK Kehutanan Negeri Makassar, SMK Kehutanan Widya Nusantara, BBKSDA Sulsel, Balai TN. Bulusaraung, antusias menyimak pemaparan dari narasumber Widyaiswara BDLHK Makassar, Ir. Iwan Setiawan, M.Pd.
“Semoga ini bisa diimplementasikan ke KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Tabo-Tabo, sehingga pengelolaannya semakin bergairah dan efektif,” ungkap Edi.
Selanjutnya Edi Sulistyo menerangkan selama ini teman-teman yang ditugaskan ke Tabo-tabo itu jauh tempatnya, kayaknya marjinal. Nah kita membuktikan tidak demikian, makanya tahun ini kita punya tageline ‘Ayo berubah, Ayo kerja produktif Ayo ke Tabo-Tabo.
Ketika disinggung soal minat pengunjung wisata di tabo-tabo, Edi Sulistyo menyatakan, kita punya data banyak kunjungan dari masyarakat umum untuk kepentingan wisata alam, camping ground, family gathering dan sebagainya.
Olehnya itu kita akan kembangkan nanti ke depan namanya eco-edu-tourism, kata Edi maksudnya sebagai wisata alam dan juga pendidikan tapi bandonya edu-tourism atau pendidikan, bukan masss tourism, makanya nanti di sana harus menjadi pusat-pusat keunggulan informasi pengelolaan hutan itu semua ada di sana.
Ia menambahkan, tagline “Ayo ke Tabo-Tabo” ini tentu banyak manfaatnya, baik untuk kepentingan wisata pendidikan mulai tingkat pemula seperti PAUD, TK sampai ke perguruan tinggi dan juga pegawai.
“Mass tourism itu yang penting pengunjung hutan wisatanya banyak, kita tidak demikian dengan membatasi, karena wisata alam KHDTK tabo-tabo punya daya dukung daya tampung untuk kepentingan wisata pendidikan. Bukan sekedar wisata. Bukan berarti pendidikan tidak bisa digunakan untuk wisata, justru itulah menariknya jadi wisata alam yang digabung dengan informasi untuk kepentingan pendidikan,” tutup Edi disela-sela Bimtek.








