Selain itu, Pemprov Riau juga berkomitmen mengoptimalkan pendapatan daerah melalui program Riau Bermarwah yang masih berjalan hingga 15 Desember 2025. Program ini menekankan pada peningkatan kepatuhan wajib pajak, pengelolaan pajak alat berat dan kendaraan bermotor, hingga penyempurnaan sistem pembayaran berbasis digital.
Syahrial turut menekankan pentingnya penyesuaian belanja dengan proyeksi pendapatan yang realistis. Menurutnya, APBD-P tahun ini diarahkan untuk menyelesaikan masalah tunda bayar dan tunda salur tahun anggaran 2024.
“APBD-P 2025 difokuskan untuk penyelesaian tunda bayar dan tunda salur 2024, agar APBD 2026 memiliki ruang fiskal lebih sehat sehingga pembangunan bisa berjalan lebih optimal,” tegasnya.
Dengan fokus pada prioritas pembangunan dan penyehatan fiskal, Pemprov Riau berharap Perubahan APBD 2025 mampu menjawab kebutuhan strategis serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.***(SHI GROUP)
(Red/Tim)





