APNI Agendakan Bertemu Presiden Jokowi

LiputanToday.com (Jakarta) — Belum membaiknya harga nikel di pasaran domestik, telah menimbulkan keresahan bagi sejumlah penambang nikel.

Bagaimana tidak, dengan harga penjualan biji nikel saat ini yang hanya berada pada kisaran US$ 15/metrik ton dinilai masih belum menutupi biaya produksi yang mencapai US$ 17/metrik ton.

Menyikapi kegelisahan penambang tersebut, Asosiasi Peambang Nikel Indonesia (APNI) telah melakukan beberapa upaya dalam rangka perbaikan harga biji nikel.

“Kami pernah menggelar Focus Group Discusion (FGD) terkait upaya perbaikan harga nikel beberapa bulan lalu,” ujar Sekjen APNI Meidy Katrin Lengkey, Senin (5/8).