“Saya belum pernah mendapat bantuan dari apapun dan darimanapun,” ungkapnya Arlinah dalam bahasa Aceh.

Selain itu, ia mengaku selama ini hidup bersama suami yang sebagai pekerja serabutan yang penghasilannya tidak tetap, rasanya tidak memungkin dapat Menanggung seluruh biaya kehidupan mereka sehari-hari.
Ibu Arlinah sangat berharap pemerintah dapat melirik kehidupannya yang benar-benar membutuhkan uluran tangan para pejabat yang memimpin provinsi terkhusus Kabupaten yang bergelar Kaseh Setie Mati ini. (Tgk Agam).
Editor : Fifi.








