Batasi Penyebaran Novel Coronavirus Warga di BPS Mulai Pasang Spanduk dan Tutup Akses Satu Jalur

Tuturnya lanjut, akses satu arah dari pintu gerbang depan ini bukan berarti untuk umum, tetapi untuk warga masyarakat yang ada wilayah BPS.

“Jika ada masyarakat luar yang ada keperluan di komplek ini silahkan masuk aksesnya lewat depan, dan semua warga disini memahami hal itu dan mereka sudah siap untuk mentaati aturan yang dibilang Lockdown ini,” terang Alqadri.

Kemudian, kami juga menghimbau harus berada di dalam rumah kecuali keperluan penting sekali baru silakan keluar dengan catatan tidak berlama-lama berkumpul-kumpul di luar.

“Terkait penyemprotan disinfektan hingga saat ini dari Kecamatan memang menjanjikan akan menyemprot. Tapi sampai saat ini belum ada. Hanya kemarin ada informasi dari kantor Kelurahan bahwa kami harus menyemprot sendiri, harus siapkan bahannya sendiri karena bahannya terbatas. Apakah ini benar atau tidak tapi kami tetap menunggu, karena untuk warga BPS ini sangat awam dengan bahan-bahan tersebut, jadi lalau kita beli sendiri, bikin sendiri kami tidak tahu, kecuali disediakan kami lakukan penyemprotan sendiri,” beber Ketua RW 10 BPS.

Alkadri berharap ada bantuan dari pemerintah untuk penyemprotan tapi kalau tidak ada bantuan, bagaimana keresahan warga tetap bertanya kapan akan disemprot.

Terkait daerah ada warganya yang positif bahkan hingga meninggal, Ketua RW 10 ini menjawab, ihwal itu maka seluruh warga di Bumi Permata Sudiang ini, sebagai RW turut memberi rasa tenang, rasa nyaman agar mereka tidak resah dengan kejadian-kejadian diluar, yang penting kita bisa membatasi diri untuk tidak keluar dan tidak berkumpul dengan orang banyak sesuai dengan petunjuk dari WHO