> “Mahasiswa bukan hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial dan kebangsaan. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga persatuan, melawan intoleransi, dan menanamkan semangat cinta tanah air merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” ungkapnya.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan tersebut membahas berbagai isu penting terkait tantangan radikalisme di era digital, pentingnya literasi media, hingga peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat. Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif dan memecah belah.
Melalui kerja sama ini, BEM FEB UNILAK berharap dapat terus menghadirkan program-program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Sinergi yang terjalin bersama Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun generasi muda yang cerdas, moderat, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai persatuan dan kebangsaan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk terus menjaga harmoni sosial, memperkuat semangat toleransi, serta menciptakan ruang kampus yang aman dan kondusif bagi perkembangan intelektual generasi muda Indonesia.
Red/Feri Tanjung







