Selain angka produktivitas, ubinan juga mencakup data pendukung lainya seperti jenis lahan, cara penanaman, cara pemanenan, penanggulangan organisme pengganggu tanaman (OPT), jenis intensifikasi, jenis variates benih, banyaknya benih, penggunaan pupuk dan pestisida, dan informasi kualitatif lainnya terkait dengan produktivitas. paparnya.
Kegiatan refresing ubinan ini difokuskan pada tanaman ubi kayu yang berlokasi di Desa Lamtui, Kec. Kuta Cot Glie, Kab. Aceh Besar. Dalam kesempatan tersebut dilakukan sampel ubinan sebanyak 1 plot ubi kayu, dalam 1 plot tersebut terdapat 9 pohon dengan hasil ubinan berkisar antara 28,3 kg.
Dalam hal itu Bapak Irnanto menjelaskan kepada para peserta ubinan dan juga dengan petani ubi kayu yaitu Bapak Mustafa mengenai manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan ubinan ini, bahwa petani bisa mengetahui hasil tanaman ubi kayu yang mereka tanam. Misalnya dalam satu plot ubinan ubi kayu ini menghasilkan angka 28,3 Kg, dengan jumlah tanaman sebanyak 9 pohon, maka bisa diperkirakan bahwa 1 pohon bisa menghasilkan rata-rata 3,1 Kg, dengan harga per 1 Kg nya misalnya Rp. 1.500,- maka dalam 1 pohon ubi kayu ini bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp. 4.650,-. Hal ini sangat dapat membantu petani dalam menjual atau memperkirakan hasil produksinya. jelasnya.






