Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng bekerja sama dengan PERWIRA La Patau Matanna Tikka dan kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara akan menyelenggarakan kegiatan Gau Maraja Lapatau Matanna Tikka pada pertengahan bulan Juli 2023 mendatang.
Kegiatan Gau Maraja ini memiliki tiga acara utama, yaitu seminar internasional tentang sejarah, kebudayaan, adat-istiadat, dan pariwisata, festival dan pameran budaya, serta acara pertemuan akbar Wija La Patau Matanna Tikka tahun 2023.
Setelah acara peresmian penggunaan sekretariat panitia Gau Maraja, Bupati Soppeng mengajak tim PERWIRA La Patau Matanna Tikka dan Kepala Balai Peletarian Kebudayaan untuk menyaksikan museum penyimpanan benda-benda pusaka kerajaan Soppeng “Bola Ridie” yang terletak di kompleks istana Salassae.
Dari Bola Ridie, lanjut ke situs “Jera Lompoe,” sebuah kompleks pemakaman raja-raja Soppeng yang juga terdapat makan salah seorang raja Luwu dan raja Sidenreng.
Bupati Soppeng sengaja mengajak hadirin mengunjungi museum dan situs ini untuk menunjukkan beberapa warisan budaya penting yang dimiliki oleh Soppeng.
“Kedua tempat ini menjadi saksi dan bukti kebesaran Soppeng di masa lalu,” ungkapnya.
Setelah mengunjungi kedua tempat bersejarah tersebut, Bupati Soppeng juga mengajak rombongan PERWIRA La Patau Matanna Tikka dan rombongan kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulseltra ke lapangan Gasis dan Gedung Pertemuan Kabupaten Soppeng yang saat ini sedang dalam tahap renovasi.
Bupati menunjukkan lapangan Gasis yang akan menjadi tempat acara pembukaan dan pameran serta gedung serba guna sebagai tempat pelaksanaan seminar. Bupati Soppeng akan mengusahakan pengerjaan renovasi rampung pada bulan Mei tahun 2023 ini.







