LiputanToday.com (Makassar)-Epilepsi bukanlah semata-mata masalah penyakit/medis saja, Peran serta dukungan moral dari keluarga terdekat sangat dibutuhkan demi penyembuhan epilepsi.

Berangkat dari berbagai masalah yang ada, dr. Andi Weri Sompa yang tercatat sebagai Ketua Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi (PERPEI) Makassar bersama Komunitas Peduli Epilepsi Makassar mengadakan Gathering Family Sahabat Epilepsi.

Selain Ketua, dr. Weri sehari-harinya aktif sebagai dokter spesialis saraf. Dalam pertemuan tersebut turut menyampaikan terimakasih kepada teman-teman komumitas telah hadir untuk bertukar pengalamannya dengan keluarga dan ODE.

“Melalui pertemuan ini juga, orang dengan epilepsi dan keluarganya agar memberikan informasi kepada tetangga sekitar bahwa epilepsi itu tidak menular dan bisa sembuh,” bebernya kepada media, Minggu, (8/12/2019).

Diakuinya, orang dengan epilepsi (ODE) seringkali mengalami diskriminasi dalam memilih jenis pekerjaan sehingga mereka harus memilih profesi khusus dan fokus pada area kerja spesifik sejak dini. Padahal tidak sedikit dari mereka yang memiliki prestasi diatas rata-rata.

“Jangan salah, penderita epilepsi juga dapat beraktivitas dan berkarya seperti manusia normal lainnya,” kata Ketua Perpei Makassar ini.

Selanjutnya dijelaskan, ODE yang mempunyai bakat silahkan dikembangkan, namun demikian pilihlah bakat yang aman, dan tidak mengeluarkan tenaga berlebihan.

“Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat di mana aktivitas otak menjadi tidak normal. Ketidaknormalan aktivitas otak ini memicu kejang atau pergerakan tubuh yang tidak disadari, serta kadang-kadang hilangnya kesadaran,” begitu disampaikan dr. Weri.

Dikatakan dr. Weri, hidup dengan epilepsi tidak bermasalah. Ia berharap dari family gathering ini ada sharing season. Terjalin tali silaturahmi serta saling memotivasi dan ODE tidak sendiri.

“Penyandang epilepsi juga perlu menghindari hal-hal yang dapat memicu serangan/kejang,” jelas dr. Weri.

Menurutnya beberapa hal yang dapat memicu kejang pada orang dengan epilepsi, yaitu stimulasi cahaya dapat memicu kekambuhan, sehingga hindari lampu diskotik, video game, pantulan televisi dan cahaya gawai.

Berikutnya, Olahraga berlebihan. Berenang boleh tapi harus ditemani. Lalu, Stres atau kondisi menegangkan. Pemicu berikutnya, kurang tidur, kedinginan, kelelahan, minuman beralkohol dan kurang makan bahkan kelaparan.

Lebih jauh diterangkan dr. Weri, agenda lain dari Family Gathering ini sebagai ajang diskusi persiapan seminar, launching buku, workshop Elektro Ensefalografi (EEG) dan EGG read. Kegiatan ini dalam menyambut Hari Epilepsi Se-Dunia pada 26 Maret 2020 mendatang.

“Untuk logo dan tageline peringatan epilepsi se-dunia, hingga sekarang belum ada,” pungkasnya.

Family Gathering Sahabat Epilepsi dikemas secara santai namun serius berlokasi di Warunk Kopi Upnormal, Jalan Andi Djemma yang dahulu dikenal jalan Landak Baru Makassar. (Red).

Berita Terbaru