LiputanToday.Com, (Kazakhstan)– Delegasi Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia yang dipimpin oleh Nono Sampono telah mengadakan pertemuan dengan Gubernur Ibukota Astana, Zhenis Kassymbek beserta dua wakilnya Mr. Nurlan Nurkenov dan Mr. Yesset Baiken di kantor Gubernur Astana. Rabu, 5 April 2023.
Dalam pertemuan tersebut, Delegasi didampingi oleh Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. Mochammad Fadjroel Rachman.
Delegasi dan Gubernur Astana telah berdiskusi dan bertukar pandangan tentang pengalaman perpindahan ibukota negara, khususnya pengalaman Astana yang telah 25 tahun menjadi ibukota baru Kazakhstan.
Dalam sambutan pembukaan, Bapak Sampono menegaskan bahwa kedua negara mempunyai banyak kesamaan sebagai bangsa dengan mayoritas penduduk muslim, namun tetap menghargai keanekaragaman.
Meski telah menetapkan perpindahan ibukota, Sampono menjelaskan adanya perbedaan cukup mendasar dari pengalaman Kazakhstan dan Indonesia.
“Kami di Indonesia tidak hanya akan berpindah lokasi ibukota, tapi juga berpindah pulau. Dari Jakarta di pulau Jawa sebelah Barat Indonesia ke Nusantara di Pulau Kalimantan di bagian tengah Indonesia,” ujarnya.
Perpindahan ibukota yang dilalui Kazakhstan tidak lepas dari tantangan-tantangan baik dari sisi penolakan masyarakat, pertambahan penduduk, dan perencanaan tata kota.




