Pekanbaru-LiputanToday.com_-(06/05/2026),Beredarnya video keributan antara iwan Pansa dengan suparman disalah satu kedai kopi di kota pekanbaru viral dan mendapatkan perhatian kalangan masyarakat, selain itu video tersebut juga ditanggapi oleh salah seorang yang mengaku sebagai ketua knpi riau, yaitu Larsen yunus.
Disalah satu media online, yang memuat judul “Ketua KNPI Riau tantang Polisi Segera Tangkap Iwan P: Aksi Premanisme Kampungan Lecehkan Tokoh Melayu, Larshen Yunus:Beliau Itu Terdesak! Namanya Disebut Terima Aliran Uang Haram Kasus Korupsi Abdul Wahid” yang diterbitkan pada 30 April 2026.
Didalam berita tersebut, BPPH PP melihat adanya dugaan penghasutan yang bernuansa Sara/rasisme yang sedang dilakukan Larshen, hal itu dapat kami lihat dari penyebutan nama Iwan Pansa, yang disebut Iwan Pansa Alias iwan P Alias Iwan Pulungan, penyebutan nama dengan Iwan Pulungan, adalah upaya yang mencoba menjelaskan bahwa iwan pansa adalah seseorang yang bersuku batak, karena Pulungan itu adalah salah satu marga didalam suku batak, hal itu disandingkan dengan judul yang menyebutkan “aksi premanisme kampungan lecehkan tokoh melayu”.
Menurut Analisa kami, saudara larshen ini sedang berusaha membenturkan Melayu dengan pihak lain, karena menempatkan seolah olah iwan P itu adalah orang batak, dan suparman adalah tokoh melayu.
Perlu diketahui, iwan pansa itu bukanlah orang yang bersuku batak dan tidak memiliki marga batak yang dimaksud oleh saudara Larsen, yaitu pulungan, itu adalah bohong dan hoax, itu juga berimplikasi dengan penyebaran berita bohong.
Iwan pansa itu adalah anak melayu deli yang berasal dari medan sumatera utara. Sementara itu sepengetahuan kami suparman itu justru yang bermarga, adalah daulay.
Jadi saudara larshen jangan lagi mengeluarkan narasi -narasi yang memiliki niat jahat untuk mengadu domba yang berbau SARA, ini sangat berbahaya, karena baik suku melayu dan lainnya bisa saja ada yang mudah terprovokasi.
Selain itu menurut kami, didalam video yang berdurasi sekitar dua menit itu, tidak ada satu kata pun yang berbau sara atau menghina suku, didalam video tersebut hanya melihatkan perdebatan mulut antara iwan pansa dengan suparman dan satu orang lainnya.
Jika hanya melihat dari video itu mungkin ada persoalan pribadi diantara mereka yang mungkin sejak lama belum terselesaikan, sehingga baru ketemu dan terlampiaskan.
