Lurah menjelaskan, Namun dengan nada yang keras, seperti layaknya seorang Preman dan tidak menunjukkan sikap sumpah jabatannya, sedangkan sosok seorang figur seharusnya memberikan contoh yang baik, tidak dengan nada bahasa tinggi, seperti halnya membentak.
Ketika dipertanyakan perihal apakah benar Lurah telah mengusir wartawan, menurutnya Ya, Saya bukan mengusir Wartawan, akan tetapi mengusir Jurnalis, tidak ada perihal redaksi,” paparnya.
Sedangkan sebelumnya, saat redaksi menanyakan perihal tersebut, menurut keterangan Bob Morgani, Mau wartawan kek, mau redaksi kek gak perduli,” kata Lurah berinisial W dengan nada menantang.
Dengan adanya hal ini, sepertinya tidak ada titik temu antara Lurah dengan Jurnalis Bob Morgani, guna tidak ada kesalah fahaman, pemimpin yang bijak, seharusnya duduk bersama dengan yang bersangkutan, untuk mengklarifikasi perihal tersebut, bukan sebaliknya. (Zoe).


