Ir. Habibie Razak menyampaikan bahwa MRA ini akan memberikan benefit yang sangat luas dalam hal peningkatan mobilitas keinsinyuran para Insinyur kedua negara.
“Khususnya Insinyur Indonesia yang sudah berkarir di Australia bisa mendapatkan akses lebih cepat untuk mendapatkan pengakuan sebagai Professional Engineer di sana melalui jalur MRA ini sedangkan Insinyur Indonesia yang ingin mencoba bekerja di Australia sangat bisa mendapatkan kemudahan melalui jalur kerjasama kedua institusi PII dan EA ini,” jelas Ir. Habibie.
Sementara itu, Duta Besar Siswo Pramono mengharapkan MRA on Professional Engineer Recognition ini bisa diltandatangani pada saat kunjungan Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo ke Australia bulan Juni ini. (Rls)








