Eskalasi Juang Anak Negeri, Sebuah Karya dari Aceh untuk Kemajuan Indonesia

225
LiputanToday.Com (Banda Aceh) – Unsyiah Fair 14 resmi dibuka, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala mengadakan acara Opening Ceremony Unsyiah Fair 14. Acara ini berlangsung sejak Pukul 21.00 WIB yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Syiah Kuala di Event Hall AAC Dayan Dawood Unsyiah. Sabtu (9/11/2019).

Opening Ceremony kali ini dimeriahkan oleh berbagai rangkaian penampilan, dimulai dari akustik, sulap, perkusi dari “Koper Brangkas”, hikayat yang mengiringi pembukaan secara simbolis, color guard, pembacaan puisi dan orasi, tari kreasi tradisional, serta ditutup dengan vocal solo. Setelah dibukanya acara Unsyiah Fair 14 pada malam ini, maka resmi dibukalah semua rangkaian kegiatan Unsyiah Fair, yang terdiri dari Expo, Talk Show Bareng Juara MTQMN, UKM Days, Donor Darah, berbagai acara Seminar (Nasional, Digital, dan Perempuan), serta berbagai perlombaan yang terbuka untuk semua kalangan mulai dari TK hingga mahasiswa.

Pada malam Opening Ceremony ini tampak jelas antusias dari mahasiswa Unsyiah dalam meghadiri acara. Hal ini terbukti dengan ramainya mahasiswa yang memenuhi Event Hall AAC Dayan Dawood Unsyiah serta berbagai stand expo yang terdapat di pelataran gedung, Terdapatnya beberapa photobooth juga menjadi daya tarik tersendiri dari mahasiswa Unsyiah untuk hadir di Unsyiah Fair.

Rifqi Ubai Sulthan, selaku Ketua Panitia Unsyiah Fair 14, dalam kata sambutannya menyatakan perlu adanya kerjasama antara seluruh panitia dan mahasiswa Unsyiah untuk menyukseskan Unsyiah Fair 14 karena sebagaimana yang kita ketahui, acara Unsyiah Fair adalah acara kolaborasi antara seluruh mahasiswa Unsyiah.

Dalam waktu yang bersamaan, Rival Perwira, Presma Unsyiah 2019, dalam sambutannya menyatakan bahwa kita mulai kemajuan bangsa dari Aceh sesuai dengan tema yang diangkat Unsyiah Fair 14 yaitu “Eskalasi Juang Anak Negeri” (Eskalasi Juang Aneuk Nanggroe), perjuangan dan kreatifitas dari aneuk Nanggroe Aceh sebagai salah satu upaya kemajuan Indonesia. “Dengan terselenggaranya Unsyiah Fair kali ini, Rival berharap dapat menjadi ajang untuk mempererat silaturrahmi antara BEM, UKM, serta seluruh HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang ada di ruang lingkup Universitas Syiah Kuala serta munculnya inovasi dan kreasi baru dari mahasiswa serta masyarakat Aceh secara umum”, tutupnya.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Syiah Kuala dalam kata sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi acara Opening Ceremony Unsyiah Fair 14. Hal ini dikarenakan setiap tahunnya Unsyiah Fair memiliki ciri khas tersendiri dalam hal dekorasi serta adanya inovasi dan kreatifitas tanpa batas dari mahasiswa Unsyiah, Terselenggaranya Unsyiah Fair diharapkan dapat membantu merealisasikan visi dan misi dari Unsyiah, sehingga dengan acara tersebut Unsyiah dapat dikenal tidak hanya di Aceh, Indonesia, bahkan hingga Asia Tenggara. “Harapannya dengan adanya kreatifitas dan kemandirian mahasiswa dalam menyelenggarakan acara, dapat melahirkan pemimpin-pemimpin hebat di masa yang akan datang untuk Indonesia Emas 2045” tutupnya. (Red/Sumardi).

Editor : Fifi.

Translate »