«“Kehadiran budaya Nias di tengah kemeriahan HUT RI ke-81 di Sikakap ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan persatuan antarsuku terjalin sangat erat. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga memperkuat akar kebersamaan kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.»
Menurutnya, keberadaan masyarakat dari berbagai latar belakang suku di Sikakap menjadi kekuatan sosial yang harus terus dirawat. Perbedaan budaya bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan menari Maena bersama. Masyarakat dari berbagai latar belakang suku turut bergabung dan melebur dalam suasana penuh kegembiraan.
Lingkaran Maena yang melibatkan masyarakat tersebut menjadi pemandangan yang sarat makna. Di tengah keberagaman budaya yang ada di Mentawai, seluruh peserta berdiri dalam satu kebersamaan untuk memperingati hari kemerdekaan bangsa.
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sikakap pun bukan hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, mempererat hubungan antarsuku, serta menjaga kekayaan budaya Nusantara agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Dari Sikakap untuk Indonesia, keberagaman budaya menjadi kekuatan, persatuan menjadi fondasi, dan kemerdekaan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.
( Red/ Seprinaldi )



