liputantoday.com
Berita Aktual Independent
Foto Iklan Atas

Gubernur Jawa Tengah : PPDB Jawa Tengah, 96 Siswa Dicoret Tidak Sesuai Domisili

1.628

 

LiputanToday.com (SEMARANG) – Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Tengah (Jateng) mencoret sebanyak 96 calon siswa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jateng tahun 2019 karena surat keterangan domisili (SKD) tidak sesuai kenyataan.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada wartawan di Semarang, Selasa (02/07/2019) malam. Pemrov Jateng mencoret 96 calon siswa tingkat SMA karena menggunakan SKD tidak sesuai kenyataan. SKD digunakan untuk mendaftar di zona sekolah yang diinginkan.

Ganjar mengungkapkan SKD memang dikeluarkan oleh institusi yang berwenang, namun informasi domisili yang ada di SKD diduga tidak sesuai kenyataan.

“Mereka langsung dicoret karena mendaftar menggunakan SKD yang tidak valid,” Ujar Ganjar.

Rincian ada 96 calon siswa yang dicoret antara lain 7 calon siswa dari SMAN 1 Kendal, 6 calon siswa SMAN 1 Purworejo, 17 calon siswa di SMAN 1 Purwokerto, 23 calon siswa di SMAN 1 Pekalongan dan 12 calon siswa di SMAN Pati.

Ganjar mengatakan pendaftar yang menggunakan SKD hingga Selasa sore mencapai 1.117 calon siswa. Namun setelah dilakukan verifikasi hanya 1.021 SKD yang dinyatakan sesuai kenyataan. Sisanya 96 dinyatakan tidak sesuai dan harus dicoret.

“Ketentuanya jelas, kalau mau pindah dan menggunakan SKD, minimal sudah bertempat tinggal di lokasi itu selama enam bulan. Ternyata masih ada yang curang,” Terang Ganjar.

Ganjar menambahkan terhadap mereka yang dicoret karena SKD tidak valid, orang tua maupun calon siswa diminta untuk mendaftar kembali dengan membawa surat keterangan domisili ataupuj kartu keluarga yang baru. Mereka diminta mendaftar di awal zona masing-masing atau melalui jalur prestasi.

“Kecuali kalau memang ada orangtua yang menyatakan selama ini memang tinggal di dekat sekolah, namun lupa mengurus surat-surat, silahkan saja. Namun akan tetap kami verifikasi,” Jelas Ganjar.

Terkait temuan tersebut, Ganjar menginstruksikan kepada kepala sekolah SMA untuk melakukan pengecekan terhadap pendaftar yang menggunakan SKD dan KK baru.

“Saya perintahkan dicek semua SKD dan KK baru. Sampai pendaftaran ditutup, semua harus melakukan verifikasi,” Ucap Ganjar.

Translate »