Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi secara merata.
Budiman, sebagai putra daerah, turut menyuarakan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Solok agar lebih profesional dan responsif dalam menjalankan tugasnya. Ia menegaskan bahwa seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan pelayanan yang sama, baik dalam hal infrastruktur maupun pendidikan.
“Jangan sampai masyarakat di daerah terpencil seperti Tigo Jangko terus merasa dianaktirikan. Mereka juga bagian dari bangsa ini yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Kisah para guru SDN 12 Tigo Jangko menjadi cerminan nyata bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas. Namun di sisi lain, ini juga menjadi pengingat bahwa masih ada ketimpangan yang harus segera dibenahi.
Sudah saatnya pemerintah hadir secara nyata untuk memastikan bahwa perjuangan para pendidik ini tidak berjalan sendirian, dan anak-anak di pelosok negeri mendapatkan hak pendidikan yang semestinya.
Red/ team




