Kurangnya Perhatian Orang Tua Terhadap Pergaulan Anak Remaja

131
LiputanToday.com (Lamongan) – Merokok di Indonesia memang sangat Mengkhawatirkan. Bukan lagi anak muda yang dijadikan sasaran iklan penjualan rokok, anak-anak di bawah umur pun sudah banyak yang mulai mengenal dan mulai merokok di awal Usia Remaja, butuh peran orang tua bahkan Pemerintah.

Hal ini telah ditunjukkan beberapa studi yang menemukan bahwa pria dewasa Indonesia yang merokok mulai mengonsumsi Rokok sejak Usia Dini, Bahkan banyak dari mereka yang memulai sejak usia 12 tahun kebawah. Banyaknya anak remaja merokok tanpa sepengetahuan orang tua nya bahkan ada juga yang terang-terangan.

Salah satu warga yang melihat pada hari Sabtu (06/07/2019), Andre mengungkapkan melihat beberapa anak remaja yang merokok di Warung Kopi dan ada juga di Warung Internet (Warnet) sambil menikmati layanan Wi-Fi gratis.

“Saya sangat Mengkhawatirkan anak-anak sekarang pada merokok di Warung-warung bahkan lebih beraninya lagi terang-terangan di muka umum,” Ungkap Andre.

Lanjutnya, Disalah satu tempat warung kopi Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada saat libur sekolah panjang banyak anak yang bermain Game sambil Menikmati sebuah rokok yang sedang di hisapnya.

Umumnya anak remaja berusia belasan tahun sudah jadi perokok. Sangat mengkhawatirkan kurangnya perhatian dari orang tua, seakan tidak memberi bimbingan yang positif terutama dalam pendidikan ataupun pelajaran sekolah, daripada hari libur dibuat main di Warung Kopi, sambil menikmati Hisapan Rokok. Alangkah baiknya di isi dengan hal-hal Positif. Terang Andre.

Dunia pendidikan juga harus ikut serta peran untuk memantau anak didik yang masih terbilang remaja ini.

 

Editor : Febriyanto
Reporter : Andik Prasetyo.

Translate »